Jakarta – Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika memicu berbagai spekulasi. Hal itu muncul sebagai dampak dari anggapan sejumlah pihak bahwa pemerintah belum berhasil memulihkannya.
Salah satu spekulasi yang muncul adalah isu mundurnya Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Namun anggapan dan isu yang ramai menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial itu, belakangan ditepis oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Baca juga: Catat Tanggalnya! Pasar Kreatif Bandung 2026 Digelar di Delapan Mal
Kepada awak media, Prasetyo Hadi mengatakan bahwa kabar tersebut tidak benar. Bahkan menurutnya, Purbaya Yudhi Sadewa telah menyampaikan keterangan pada kesempatan sebelumnya.
“Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga. Tidak ada rencana pergantian,” tandasnya.
Alih-alih dugaan dsn isu tersebut benar, pemerintah menurut Mensesneg justru tengah mengencangkan koorndinasi antar kementerian di bawah Menko Perekonomian.
Baca juga: Prabowo Akui Ganti Pimpinan BGN Sebagai Langkah Berat
“Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling kordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Menko Ekonomi,” jelasnya.
Isu pergantian Purbaya Yudhi Sadewa santer di media sosial, menyusul kian melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang kini menyentuh Rp18.000 per USD.
Tak hanya disebut diganti, sebagian informasi menyebut mantan Ketua Lembaga Penjami Simpanan (LPS) itu mengundurkan diri dari jabata Menkeu RI.***(Heryana)































