Kota Cimahi – Sosok budayawan asal Kota Cimahi Ramanda Adhitiya Alam Syah atau akrab disapa Abah Alam merayakan kelahirannya yang ke-84 tahun, Senin (4/5/2026).
Selain turut mendoakan, Wali Kota Cimahi Ngatiyana turut hadir dalam acara Milangkala Abah Alam dengan tujuannya untuk menghormati sang budayawan.
Doa dan penghormatan disampaikan Nyatiyana karena Abah Alam tak hanya sebagai tokoh budayawan Jawa Barat, melainkan juga salah seorang tokoh nasional.
Baca juga: 68 Ribu Jemaah Haji Telah Berangkat ke Tanah Suci, Tujuh Orang Dilaporkan Wafat
“Sosok Abah Alam sebagai tokoh budaya harus tetap bersama masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi,” tutur Ngatiyana.
Terhadap Kota Cimahi, Abah Alam menurut Ngatiyana memberikan kontribusi besar, terutama pada upaya pelestarian budaya.
Yang masih diingat Wali Kota hingga saat ini adalah gagasan Abah Alam untuk memasang senjata tradisional khas Sunda, Kujang.
Baca juga: Seribu Jemaah dari Berbagai Provinsi Hadiri Tabligh Akbar Ponpes Ulul Albab
Atas ide Abah Alam dan didukung Denrud 15, simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat seberat 1,5 ton itu dipasang di puncak Gunung Bohong.
“Salah satu bukti nyatanya adalah ide pemasangan Kujang di puncak Gunung Bohong,” kata Ngatiyana.
Gagasan itu, kata Ngatiyaa muncul dari kepdulian sang budayawan terhadap identitas Sunda yang harus terus terjaga di kota yang dipimpinnya.
Baca juga: Dari Keraton Sumedang Larang Sampai Komplek Pemda, Mahkota Binokasih Mulai Dikirab Malam Ini
“Ngatiyana menilai keteladanan Abah Alam dalam merangkul semua kalangan harus diteruskan agar Cimahi tetap guyub, aman, dan berkarakter,” pungkasnya.***(Heryana)

























