MPR RI Beri Respons Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar

Nasional216 Dilihat

Jakarta – Polemik lomba cerdas cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus bergulir. Warganet tak henti-hentinya mengkritisi keputusan juri yang dinilai tak adil.

Ramainya polemik lomba cerdas cermat tersebut akhirnya menarik perhatian pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) hingga angkat bicara.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026), Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan sejumlah hal sebagai bentuk respon lembaga tertinggi negara itu terhadap polemik yang terjadi.

Baca juga: Bupati Bandung Janjikan Insentif Pajak Bagi Perusahaan Pengguna RDF

Pimpinan MPR menurut Ahmad Muzani telah mencermati polemik yang terjadi, sehingga mengambil sejumlah keputusan. Di antaranya akan menggelar ulang LCC Empat Pilar.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” kata Ahmad.

Dalam pelaksanaanya, ia memastikan akan mengutus juri independen. Ditegaskannya pula bahwa pimpinan MPR RI akan mengawasi langsung dari awal jalannya lomba hingga akhir.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Mahkota Binokasih Lahirkan Spirit Kembalikan Kejayaan Tatar Sunda

Ahmad Muzani bilang, MPR mengapresiasi peserta LCC Empat Pilar yang telah berani menyampaikan protes atas keputusan juri saat lomba berlangsung.

Baginya, sikap peserta tersebut merupakan contoh keberanian masyarakat dalam menyampaikan pandangan dan menggunakan kebebasan berbicara dengan baik.

“Kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” ujarnya.

Baca juga: Di Tangan Dedi Mulyadi Empat Keraton Cirebon Segera Tampil Lebih Memikat

MPR juga berjanji akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan, serta mendengarkan berbagai pandangan dari masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih, dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu,” pungkasnya.

Lomba cerdas cermat yang diselenggarakan MPR RI sempat menjadi buah bibir setelah insiden juri memberikan nilai berbeda atas jawaban sama yang disampaikan dua regu peserta.

Baca juga: Adira Expo Tebar Promo Permudah Warga Bandung Akses Solusi Finansial dari Adira Finance

Saat itu regu dari SMAN 1 Pontianak terlebih dahulu menjawab pertanyaan yang dilontarkan MC. Namun, dewan juri memotong skor sebanyak lima karena jawaban dianggap salah.

Setelahnya, pertanyaan yang sama juga dijawab regu lain dari SMAN 1 Sambas. Untuk jawaban kali ini juri memberi nilai 10. Padahal jawaban yang disampaikan sama persis dengan SMAN 1 Pontianak.

Potongan video berisi keputusan juri tersebut tersebar di media sosial hingga memancing beragam komentar warganet. Mayoritas warganet mendukung Josepha Alexandra dari SMAN 1 Pontianak.***(Heryana)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *