Dinkes Kota Cimahi Sebut Kasus ISPA Meningkat, Warga Diminta Lakukan Ini

Bandung Raya38 Dilihat

Kota Cimahi – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan akut (ISPA) di Kota Cimahi dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus meningkatkan kewasapadaan.

Adanya tren peningkatan kasus ISPA menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi dr. Mulyati, S.Kep. Ners., M.Kes diketahui berdasarkan laporan dari SKDR (Surveilence Kewaspadaan Dini dan Respon).

“Dalam 4 minggu terakhir memang trennya meningkat. Minggu ke-34 ada 1.499 kasus, minggu ke-35 1.969 kasus, minggu ke-36 2.309 kasus, dan minggu ke-37 itu sudah di angka 2.675 kasus,” ungkap Mulyati.

Baca juga: PDAM Purwakarta Siap Pasok Kebutuhan BDx Data Centers, Direktur: Keuntungan untuk Tingkatkan Layanan

Angka-angka tersebut menurutnya, jelas menunjukkan adanya peningkatan kasus ISPA di kota Cimahi, terutama dalam empat pekan terakhir.

Meningkatnya jumlah kasus, lanjut Mulyati, berdampak pada keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS). Beberapa RS di Kota Cimahi saat ini dilaporkan dalam kondisi penuh.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) saat ini juga mengalam peningkatan. Untuk mengantisipasi penumpukan pasien, ia mengimbau warga untuk menggunakan aplikasi SINARAP (Sistem Informasi Rawat Inap).

Baca juga: Dua Hari Menjabat, Kapolresta Bandung Turut Atur Lalu Lintas Pagi Hari

Melalui aplikasi yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan RI itu, masyarakat bisa terlebih dahulu mengecek ketersediaan tempat rawat inap di RS yang akan dituju, sebelum mendatanginya.

“Di situ kita bisa lihat di RS itu kosong atau sedang penuh. Agar tidak berpindah-pindah RS sebaiknya dicek terkait ketersediaan tempat tidur,” jelasnya.

Mulyati menyampaikan, saat ini pihaknya tengah fokus pada penanganan pasien ISPA dari kalangan rentan seperti bayi, balita, lansia, serta pasien dengan penurunan imunitas seperti karena HIV/AIDS.

Baca juga: Benarkah Kehadiran BDx Data Centers Ganggu Pasokan Air untuk Warga Purwakarta? KDM Cecar PJT

“Tren peningkatan kasus disertai dengan demam, meriang, batuk pilek dan hidung tersumbat, sakit tenggorokan sakit kepala, dan nyeri-nyeri otot. Perlu kehati-hatian tapi tidak harus panik,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasyankes tingkat satu, yakni puskesmas dan klinik terdekat. Hal tersebut disampaikan Mulyati untuk mencegah terjadinya penumpukan pasien di RS.

Tujuan lainnya agar para tenaga medis di Puskesmas maupun klinik dapat segera memberikan penanganan di saat pasien belum memasuki kondisi yang lebih berat.

Baca juga: Diskominfo Apresiasi PWI Kabupaten Bandung Selenggarakan Seminar Artificial Intelligence

“Jika sudah datang ke fasyankes dokter merasa perlu merujuk, maka pasti akan merujuk, sehinga tidak ditemukan penumpukan pasien atau pasien berbondong-bondong ke RS,” jelasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *