Alumni PGAN Bandung, Dari Reuni Hingga Mimpi Bersama Wujudkan Sekolah Unggulan

Bandung Raya19 Dilihat

Kabupaten Bandung – Sebuah kegiatan reuni yang biasaya hanya sekadar kumpul, saling melepas rindu, dan bercerita masa lalu berbeda dengan reuni alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Bandung yang justru menghasilkan kisah masa depan.

Melalui reuni akbar yang digelar pada 22 Agustus 2026 lalu, para alumni PGAN Bandung sepakat untuk bersama-sama memberi manfaat dengan memberikan santunan bagi anak yaim piatu dan duafa.

Bertempat di Yayasan Pendidikan At-Tamimiyah Bandung (Yapistaba), jalan Gajah Eretan, Kabupaten Bandung, Kamis (3/9/2026), dana sumbangan para alumni PGAN Bandung saat reuni akbar akhirnya didistribusikan kepada 100 anak yatim piatu.

Baca juga: Ribuan Botol Miras Dimusnahkan, Wali Kota Cimahi: Kami Tak Akan Berhenti Memberantas

“Kegiatan bansos yang kita rencanakan saat konsultasi dan koordinasi dengan Ketua IKA APGAN, responsnya sangat bagus dan sangat bermanfaat buat siswa yatim piatu dan duafa yang ada di yayasan saya, yaitu Yayasan Pendidikan At-Tamimiyah,” kata Agus Mokhtar Sidiq, Ketua Pantia Reuni Akbar PGAN Bandung 2026.

Ia dan Ketua Alumni PGAN Bandung berharap kegitan tersebut berkembang hingga bisa menyentuh lebih banyak penerima manfaat, tak hanya anak yatim piatu, tetapi juga termasuk kaum duafa.

Harapan tersebut membuat Agus optimis dengan telah dibangunnya Yayasan APGAN 89, sebuah payung hukum yang diinisisai olehnya bersama alumni PGAN Bandung angkatan 1989, akan menaungi seluruh kegiatan sosial tersebut nantinya.

Baca juga: Bupati Bandung Minta Raperda Tentang Pornografi Prakarsa DPRD Dibahas Mendalam

“Akan dikoordinir oleh Yayasan APGAN 89, karena itu payung hukumnya sudah kuat. Mudah-mudahan ini terwujud setiap tahun kita bisa menyelenggarakan kegiatan yang mulia ini,” ucapnya.

Dikatakan Agus, kegiatan sosial berawal dari sebuah ide spontan. Namun ternyata disambut antusias dari para alumni yang ditindaklanjuti dengan pengumpulan dana mencapai total sekira Rp14 juta.

Santunan diberikan kepada 100 anak yatim piatu. Ke depan Agus berharap jumlah tersebut terus meningkat dan menyebar lebih luas hingga ke berbagai lapisan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Baca juga: Pemprov Jabar Siap Ambil Alih Pembangunan Jembatan Pongpet, KDM: Dibuat Permanen Bisa Dilewati Mobil

“Ke depannya insya Allah apalagi kondisi negara seperti ini, kegiatan santunan sosial seperti ini sangat ditunggu oleh para penerima manfaat,” ujarnya.

Kehadiran para donatur alumni PGAN Bandung dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia memberi motivasi dan semangat Agus dan kolega untuk mengelola dan mengembangkan Yayasan APGAN 89.

“Responsnya sangat luar biasa, dan di luar dugaan ada teman dari Sulawesi, Aceh, Riau, Jambi, Palembang, dan pasti kalau dari Bandung, Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah. Ke depan, diharapkan para alumni yang mendapat siraman karunia dari Allah SWT bisa menitipkan bantuannya ke Yayasan APGAN sendiri untuk mengharumkan sekolahnya jaman dulu,” harapnya.

Baca juga: Pemprov Jabar Siap Ambil Alih Pembangunan Jembatan Pongpet, KDM: Dibuat Permanen Bisa Dilewati Mobil

Kegiatan sosial tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Ikatan Alumni PGAN Bandung Nu’man Abdul Hakim. Ia mengaku terkesan, sehingga meminta agar kegiatan reuni yang memberi manfaat itu dilakukan setiap tahun.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara Reuni APGAN yang mulai tahun 2026 sudah digagas adaya kegiatan sosial. Ke depan saya minta ketua panitia yang kemarin itu menggagas kegiatan reuni lagi dan fokus kita ke pendidikan, salah satunya beasiswa,” kata Nu’man yang merupakan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008.

Soal beasiswa yang dimaksud, Nu’man berharap dapat terwujud dari kepedulin para alumni PGAN Bandung melalui Yaysan APGAN 89. Beasiswa nantinya akan disalurkan kepada anak-anak sekolah yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.

Baca juga: Polres Cimahi Ungkap Puluhan Kasus Narkoba Termasuk Pasutri Siap Edarkan 3,7 Kilogram Ganja

“Di sekolah Pak Agus sendiri saya yakin banyak orang tidak bayar, tapi kalau ada cover beasiswa dari yayasan, dia tidak akan berhenti sekolahnya,” imbuhnya.

Nu’man mengatakan, dana yang dikelola Yayasan APGAN 89 nantinya tak hanya dari para alumni, melainkan juga dari berbagai stakeholders seperti instansi pemerintah, BUMN, BUMN, swasta, hingga kementerian.

Ia mencontohkan sumber dana bisa berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat. Menurutnya, ada anggaran yang bisa disalurkan Baznas melalui pengelolaan Yayasan APGAN 89 sebagai dana abadi pendidikan.

Baca juga: Lapangan Gasibu Ditutup Sampai Awal 2027, Ini yang Dilakukan Pemprov Jabar

Dengan demikian, upaya menyelamatkan pendidkan anak-anak kurang mampu dapat terus dilakukan, sehigga yayasan telah membantu menerangi masa depan mereka.

“Kemudian nanti dari CSR dan lain-lain. Saya targetkan Rp2 miliar bisa tercapai dan menjadi dana abadi pendidikan. Itu bisa meng-cover kegiatan sosial, beasiswa, dan macam-macam. Kemarin yang spontan saja saya tantang dengan Rp100 ribu bisa berjalan,” ujarnya.

Lebih jauh, Nu’man berharap dengan banyaknya pihak yang terlibat menyokong yayasan serta dengan pegelolaan dana yang baik, ia bermimpi suatu saat Yayasan APGAN 89 dapat membangun sekolah unggulan.

Baca juga: Viral Oknum Mengaku Wartawan Diduga Intimidasi Sekolah di Sukabumi, Dedi Mulyadi Turunkan Tim Hukum

“Waktu 2005 lalu saya masih jadi Wagub, ternyata Pak Agus pernah saya kasih penghargaan sebagai LSM menanganni HIV/AIDS dan narkoba. Ini artinya punya track records yang bagus, dan saya bisa mintakan bantuannya untuk menangani Yayasan APGAN,” pungkasnya.***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *