Bandung Barat – Setelah sekiralebih dari satu dekade tak berfungsi, air tersier di Curug Ateng yang berlokasi di RW 15, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kembali mendapat perhatian warga sekitar.
Warga yang tergabung dalam Formacib (Forum Masyarakat Cinta Ciburuy) bersama sejumlah aparat kewilayahan melakukan bakti sosial dengan upaya mengaktifkan kembali tersier air tersebut.
Dikatakan Ketua Formacib Agus Ajhe, keberadaan tersier air di wilayahnya itu sangat bermanfaat mengalirkan air untuk kebutuhan lahan pertanian yang bermuara di Situ Ciburuy.
Baca juga: Bukan Kurangi Pembangunan, Ini Alasan Pemkot Cimahi Lakukan Pengurangan Belanja Daerah
Sayangnya, selama lebih dari 10 tahun infrastruktur tersebut tak lagi berfungsi. Penyebabnya kata Agus, sumber air yang sedianya berasal dari Cimeta tak sampai di Situ Ciburuy.
“Fungsinya untuk mengairi Situ Ciburuy. Sudah lebih dari 10 tahun tidak berfungsi, karena pasokan air dari Cimeta melalui Talang Lebakgede yang mengairi Desa Bojong Koneng dan Desa Ciburuy, aliran airnya tidak sampai ke Situ Ciburuy,” ungkap Agus, Kamis (6/8/2026).
Melalui kerja bakti yang dilaksanakan secara gotong royong bersama tokoh masyarakat, UPTD Pengairan, serta Babinsa Desa Ciburuy, Agus berharap tersier air tersebut dapat kembali berfungsi normal.
Baca juga: Dedi Mulyadi Tegaskan Sebab Aksi Begal Tak Boleh Hanya Dikaitkan dengan Ekonomi
“Alhamdulilah kegiatan ini sudah berjalan untuk yang kedua kalinya. Masyarakat RW 15 dan RW 01 ikut serta dalam baksos ini. Juga para tokoh seperti Bapak Sudarlan, Bapak Miharja, Bapak Nono, Pak Anjar Kasubag UPt Pengairan Bandung Barat bersama jajaranya ikut hadir,” imbuhnya.
Salah satu tokoh setempat bernama Sudarlan mengapresiasi kegiatan tersebut. Dirinya mengaku sudah cukup lama menginginkan tersier air Curug Ateng Cuhcur kembali berfungsi.
Berhentinya fungsi tersier air tersebut menurut Sudarlan jelas berdampak pada berkurangnya debit air Situ Ciburuy yang menjadi ikon pariwisata di Bandung Barat.
Baca juga: Selain Infrastruktur, KDM Sebut Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Jadi Fokus APBD Jabar 2027
“Apalagi sekarang musim kemarau, Situ Ciburuy sebagian dari yang tergenang air sudah menjadi daratan. Memohon kepada stekholder yang ada untuk mengaktifkan kembali saluran tersier,” kata Sudarlan.
Tak hanya itu, dirinya juga berharap agar sumber air dari Talang Lebakgede dapat segera direvitalisasi agar dapat kembali berkontribusi terhadap Situ Ciburuy.
Pasalnya, selama ini situ (danau) yang sempat terkenal lewat sebuah lagu Sunda itu merupakan danau tadah hujan, yang hanya mengandalkan debit air hujan.
Baca juga: Puluhan Calon Paskibraka Kabupaten Bandung Mulai Ikuti Pemusatan Latihan
Sementara itu, Ketua Formacib Agus Ajhe berpandangan bahwa Curug Ateng Cuhcur memiliki fungsi lain, yakni sebagai jalur alternatif kendaraan menghindari kemacetan yang kerap terjadi di jalur nasional, tepatnya di depan pabrik kuas, Padalarang.
“Nantinya bila sudah ada dan berpungsi, jalan alternatif Curug Ateng sampai Lebakgede, Cihaliwung, Padalarang, kemacetan bisa diatasi, juga memperpendek jarak antara Ciburuy dan Stasiun Padalarang,” jelasnya.
Namun tak hanya itu, kebeadaan jalur alternatif yang dimaksud Agus juga diyakini mampu mendongkrak perekonomian, warga di Kampung Cuhcur Cihampelas, Lebakgede yang berfokus pada sektor pertanian
Namun, lanjut Agus Ajhe, keinginan akan kehadiran jalur alternatif yang menghubungkan dua desa itu harus didukung dengan langkah pelebaran jalan, serta pemindahan tiang listrik dan telepon agar tidak menghalangi akses masuk.
“Hal ini sudah dimohonkan kepada ULP Padalarang juga Telkom melalui surat. Tinggal Realisasi dari kedua instansi tersebut, yang sampai sekarang masih menunggu. Tapi Kasubag UPT Pengairan, Bapak Anjar akan membantu menyampaikan keinginan masyarakat dari RW 15 dan RW 01,” pungkasnya.***(Heryana)































