PTDI dan BIJB Sepakat Kembangkan Bandara Kertajati Jadi Pusat Industri Kedirgantaraan Nasional

Nasional31 Dilihat

Jakarta – PT Dirgantara Indonesia dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat sepakat menjalin kerja sama pengembangan kawasan industri kedirgantaraan.

Kesepakatan PTDI dan PT BIJB itu dituangkan dalam MoU (Memorandum of Understanding). Keduanya akan mengembangkan Kawasan Sisi Barat BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan Plt. Direktur BIJB Ronald H. Sinaga di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Muncul Usulan Reaktivasi SPP, Dedi Mulyadi Pastikan Pemprov Jabar Tetap Selenggarakan Sekolah Gratis

Saat menyaksikan penandatanganan MoU tersebut, Menko Bidang infrastruktur dan Pembanguan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut kerja sama antara PTDI dan BIJB merupakan komitmen mengembangkan Bandara Kertajati.

“Hari ini kita menyaksikan penandatanganan MoU antara PTDI dan BIJB sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mengembangkan Kertajati menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki berbagai sumber daya, termasuk industri kedirgantaraan. Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah menciptakan pasar.

Baca juga: Ketua DPRD Kota Cimahi Pastikan Kedepankan Akuntabiltas dalam Pembahasan LPJ APBD 2025

Pemerintah menurutnya, tak hanya berupaya meningkatkan aktivitas penerbangan di BIJB Kertajati, tetapi juga mendorong tumbuhya ekosistem industri kedirgantaraan di Bandara terbesar kedua di Indonesia itu.

Salah satu bentuk kerja sama yang tejalin antara keduanya adalah optimalisasi fasilitas existing di kawasan Sisi Barat Bandara Kertajati, seperti runway (landasan pacu).

Nantinya, runway yang ada akan digunakan untuk aktivitas pengujian terbang produk PTDI yang mencakup Fixed Wing, Rotary Wing, dan Unmanned Aircraft System (UAS).

Baca juga: Pemkot Cimahi Sebut Defisit Anggaran 2027 Sebagai Pilihan Kebijakan Pembangunan

Bagi PTDI, kegiatan tersebut merupakan komitmen nyata dalam ekosistem kedirgantaraan yang tak hanya menghadirkan produk tetapi juga layanan menyeluruh, mencakup pengujian, sertifikasi, pemeliharaan, dukungan purna jual, hingga life cycle support.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara dalam sambutan yang dibacakan Gita Amperiawan, mengaku optimis di Bandara Kertajati bisa dibangun industri kedirgantaraan nasional yang tangguh.

“Di sana ada manufaktur, ada MRO (maintenance,Repair, and Overhaul), ada aerostructure, tentunya ini akan menjadi suatu kolaborasi antara industri, pemerintah, pemerintah daerah, dan global partner,” ujarnya.

Baca juga: Disiplin Penerapan Fiskal Pada Program Prioritas Jadi Kunci Keberhasilan Tata Kelola Anggaran Kota Cimahi

Terjalinnya kerja sama dengan BIJB Kertajati, bagi PTDI merupakan langkah strategis dalam upaya peningkatan kapasitas produksi. Terlebih perusahaan pelat merah itu dihadapkan pada tugas pengadaan 80 unit pesawat jenis CN235 serta 30 unit N219.

Adanya pemanfaatan kawasan BIJB diharapkan menjadi peluang baik dalam proses komersialisasi N219 untuk lebih siap dalam menjawab kebutuhan pengembangan industri kedirgantaraan nasional.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sumasna, juga menyampaian hal yang sama. Pemprov ingin agar Bandara Kertajati berkembang menjadi pusat indstri kedirgantaraan nasional.

Baca juga: DPR Apresiasi Kinerja Polresta Bandung Berhasil Selesaikan 94 Persen Perkara dan Sita Jutaan Narkoba

“Harapan kami, Kertajati tidak berhenti sebagai bandara, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu pusat industri kedirgantaraan nasional,” harapnya.***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *