Lewat Asia Africa Festival, Kota Bandung Jaga Semangat Perjuangan Global

Bandung Raya25 Dilihat

Kota Bandung – Penyelenggaraan Asia Africa Festival, Sabtu (11/7/2026), menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menjaga semangat perjuangan bangsa di dua benua.

Jika melihat ke belakang, Asia Africa Festival didasarkan pada sejarah internasional, dimana sejumlah negara dari benua Asia dan Afrika menggelorakan semangat kemerdekaan secara bersama-sama.

Selain sebagai tempat berlangsungnya momentum sejarah dunia itu, Kota Bandung juga menjadi tempat lahirnya Dasasila Bandung yang selalu menginspirasi nilai-nilai kesetaraan setiap bangsa.

Baca juga: Geram dengan Dugaan Rasuah Febrie Adriansyah, Politisi PDIP Minta Eks Jampidsus Dihukum Mati

Saat membuka Asia Africa Festival 2026 dengan tema “Unity in Diversity, Rising in Harmony”, Sekretaris daerah (Sekda) Kota Bandung Iskandar Zulkarnain menegaskan bahwa keberagaman menjadi penguat kolaborasi antara bangsa.

“Pemerintah Kota Bandung tetap berkomitmen menjaga warisan tersebut melalui visi Bandung Utama, yakni membangun kota yang unggul, inklusif, amanah, maju, dan agamis,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh warga kota untuk selalu mempertahankan identitas Bandung dengan keramahan masyarakatnya dalam memperkuat persahabatan antar bangsa.

Baca juga: Empat Dekade Bermitra, PTDI dan Bell Texton Inc Perkuat Kolaborasi Kembangkan Industri Helikopter

Sementara itu, Menteri Ligkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat berharap Bandung Spirit sebagai simbol perjuangan di masa lampau dapat bertransformasi menjadi Green Bandung Spirit.

Harapan itu muncul dari besarnya Bandung Spirit, sehingga dapat lebih memiliki makna dan manfaat jika ditransformasikan pada aksi nyata menghadapi perubahan iklim, pencemaran, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

“Sudah saatnya kita mentransformasikan Bandung Spirit menjadi Green Bandung Spirit, sebuah komitmen baru Asia dan Afrika untuk memperkuat solidaritas, inovasi, dan aksi bersama,” kata Menteri Jumhur.

Baca juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka, Polri dan Kejagung Rajut Kongsi

Ia memandang harmoni dari perspektif tak hanya pada hubungan antar manusia, tetapi juga antara manusia dengan alam yang seharusnya selaras.

Sehingga Jumhur bilang, pembangunan ke depan harus adil, inklusif, bertangung jawab, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk melakukan ecological repentance (pertobatan ekologis).***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *