Warga Andir Dihebohkan Penemuan Jenazah di Dasar Sungai

Bandung Raya869 Dilihat

Kota Bandung – Seorang pria ditemukan tak bernyawa di dasar sungai, di jalan Jenderal Amir Mahmud, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

Pria yang sehari-hari menjadi Pak Ogah di kawasan Cibeureum itu ditemukan meninggal dunia dengan kondisi seluruh badan kaku.

Menurut ketua RT 01 RW 01, Kelurahan Campaka, Asep Maman, pria yang tak dikenali namanya itu diduga terjatuh ke sungai akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.

Baca juga: Wagub Jabar Harap Tarif Sewa Mal Bersahabat Bagi Pelaku Usaha Restoran Khas Indonesia

“Saya kurang tahu kronologi persisnya, tapi saya tahu riwayat dia punya penyakit epilepsi dan “kurang” itu sering stres tapi gak pernah ngamuk,” ungkap Asep.

Asep menambahkan, dirinya menerima informasi pada pukul 07.00 WIB, dari salah seorang warga yang hendak berangkat bekerja.

Keterangan lainnya Asep dapatkan dari sopir taksi, bahwa pada pukul 05.00 WIB korban masih terlihat mengatur kendaraan keluar masuk jalan Babakan Cibeureum.

Baca juga: Timwas Haji DPR RI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026: Walau Reguler Terasa Bintang Lima

“Laporan dari warga saya yang mau kerja seitar jam 07.00 WIB, tapi ada juga sopir taksi yang bilang ke saya jam 05.00 masih ada. Berarti dugaan pas jatuh itu lagi kambuh epilepsinya,” jelas Asep.

Keyakinan penyakit yang diderita menjadi penyebab terjatuhnya korban ke sungai berdasarkan pengalaman serupa yang juga pernah di alami korban.

Asep mengatakan, sebelumya korban juga sempat terjatuh ketika epilepsinya kambuh. Namun saat itu berhasil ditolong oleh seorang penjual masker yang tak jauh dari lokasi yang sama.

Baca juga: Sabtu Dini Hari Gudang Rongsok di Kabupaten Bandung Ludes Terbakar

Sang Ketua RT mengisahkan, korban sempat tinggal di wilayahnya bersama orang tuanya. Namun korban menjadi sebatang kara setelah ibunya wafat.

“Dulu dia ngontrak di wilayah saya dengan bapak tirinya dan ibunya. Pas ibunya meninggal, adik-adiknya pada pindah. Sementara dia terus disini gak punya rumah, tidurnya saja di gardu listrk atau pos ronda,” imbuhnya.

Pukul 09.30 WIB, Jenazah dievakuasi oleh tim Inafis, PMI, serta dibantu warga, sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemulasaraan.***(Heryana)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *