Soal Tudingan Keterkaitan Dewan Etik Golkar pada Kasus Dugaan Penipuan, Haris Faisal Angkat Suara

Nasional241 Dilihat

Jakarta – Dewan Etik Partai Golkar angkat suara terkait isu yang beredar yang menyebut pihaknya terlibat dalam kasus dugaan.

Pernyataan resmi berisi klarifikasi atas tudingan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Etik partai Golkar Haris Faisal dan diterima Warta Pajajaran pada Sabtu (6/6/2026).

Haris mengatakan, klarifikasi penting dilakukan pihaknya mengingat isu tersebut telah beredar di sejumlah media massa dan platform media sosial.

Baca juga: Viral Hajatan Gunakan Ruas Jalan Raya, KDM Minta Satpol PP Bongkar Tenda

Haris Faisal menegaskan, Dewan Etik merupakan sebuah lembaga internal partai, sehingga tidak pernah melakukan hubungan secara pribadi dengan pihak manapun.

“Kami merupakan lembaga internal partai yang bertugas menegakkan kode etik dan menjaga marwah organisasi, bukan pihak yang melakukan hubungan hukum maupun transaksi pribadi dengan pihak mana pun,” jelasnya.

Sementara terkait adanya kasus dugaan penipuan yang bersifat personal, ia menegaskan jika hal tersebut merupakan persoalan pribadi.

Baca juga: Kota Sukabumi Raih Juara Kedua Pengendalian Inflasi Terbaik Jawa-Bali

Dewan Etik Partai Golkar lanjut Haris, tidak bisa dikaitkan pada persoalan individu, terlebih tanpa disertai fakta dan bukti yang sah.

Dalam klarifikasinya, ia juga menyinggung soal penggunaan istilah “oknum Dewan Etik Golkar” oleh sejumlah media dan pengguna media sosial yang menurutnya harus proporsional.

“Harus dilakukan secara hati-hati dan proporsional agar tidak menimbulkan persepsi yang merugikan nama baik lembaga serta anggota Dewan Etik lainnya yang tidak memiliki keterkaitan dengan persoalan tersebut,” sambung Haris.

Baca juga: Menkeu Purbaya Diganti? Begini Penjelasan Mensesneg RI

Sekretaris Dewan Etik Golkar itu juga mengatakan, lembaganya masih menunjung tingi asas praduga tak bersalah, serta menyerahkan penanganan kasus tersebut pada proses hukum.

“Kami meminta seluruh pihak, termasuk media dan pengguna media sosial, untuk menyampaikan informasi secara berimbang, akurat, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Sebelumnya informasi terkait adanya kasus dugaan penipuan yang dialami seorang mantan calon legislatif beredar dibeberapa media dan media sosial.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Pasar Kreatif Bandung 2026 Digelar di Delapan Mal

Haris Faisal memberikan klarifikasi karena informasi yang beredar mengaitkan kasus tersebut dengan lembaganya, yakni Dewan Etik Partai Golkar.

“Klarifikasi ini saya sampaikan untuk meluruskan persepsi publik, serta menjaga objektivitas informasi yang beredar di masyarakat,” pungkasnya.***(Heryana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *