Wagub Jabar Harap Tarif Sewa Mal Bersahabat Bagi Pelaku Usaha Restoran Khas Indonesia

Jawa Barat207 Dilihat

Kota Bandung – Tingginya biaya sewa lapak atau kavling di di pusat perbelanjaan modern menjadi salah satu penyebab minimnya kehadiran restoran khas Indonesia.

Hal tersebut menjadi sorotan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menghadiri Opening Ceremony Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026, Jumat (29/5/2026).

Alih-alih restoran khas Indonesia memenuhi setiap sudut pusat perbelanjaan, situasi yang terjadi justru sebaliknya, restoran mancanegara kerap mendominasi.

Baca juga: Timwas Haji DPR RI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026: Walau Reguler Terasa Bintang Lima

“Restoran Indonesia di mal besar paling hanya satu atau dua. Kenapa? Karena kita sulit bersaing dari sisi harga,” kata Erwan.

Atas situasi yang terjadi, Erwan mengaku sangat mendukung adanya regulasi yang ramah terhadap pelaku usaha lokal agar bisa tampil juga di pusat perbelanjaan modern.

Dalam acara yang diselenggarakan Asosiasi Franchise Indonesia di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung itu, Wagub Jabar memandang pentingnya kebijakan pengelola mal.

Baca juga: Sabtu Dini Hari Gudang Rongsok di Kabupaten Bandung Ludes Terbakar

Dengan harga sewa yang lebih murah bagi para pelaku usaha kuliner lokal menurut Erwan, akan memberikan kesempatan restoran khas Indonesia hadir lebih banyak.

IFBC disebutnya menjadi sebuah ajang yang strategis untuk mempertemukan berbagai stakeholder yang terkait dengan kewirausahaan, termasuk pelaku UMKM.

Tak hanya itu, acara tersebut juga mampu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka lewat sistem franchise.

Baca juga: Wamentan RI Jelaskan Masa Transisi Kebijakan Ekspor Satu Pintu Kelapa Sawit

“Ekosistem yang saling menguatkan ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, perluasan akses ekonomi, dan pembentukan kelas menengah produktif di Jawa Barat,” imbuhnya.

Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat yang mendorong peningkatan rasio kewirausahaan nasional.

Seperti diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, rasio kewirausahaan saat ini berada di angka 2,29 persen dari angkatan kerja. Pemerintah ingin meningkatkan menjadi 10-12 persen.

Baca juga: Siap-siap Long Weekend Bandung Padat, Lebih dari 100 Ribu Kendaraan Datang

“Kami ingin melihat lebih banyak generasi muda terjun ke dunia usaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Senada dengan Wagub, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar, menilai besarnya potensi kuliner Indonesia yang seharusnya banyak hadir di mal.

“Indonesia punya makanan khas dari berbagai daerah. Potensinya luar biasa. Yang harus kita dorong adalah produk hasil dan nilai tambahnya,” kata Anang.

Baca juga: Pesan Pangdam III Siliwangi, Iduladha Jadi Momentum Kemanunggalan TNI dan Rakyat

UNtuk itu, ia berpandanga sistem usaha kemitran dan franchise menjadi strategi penting untuk pengembagan potensi tersebut.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *