Tiga Hari KDM Fokus Selesaikan Tumpukan Sampah Bandung Raya, Termasuk Pasar Ciwastra

Jawa Barat226 Dilihat

Kota Bandung – Liburan panjang di wilayah Bandung Raya seperti akhir pekan kali ini kerap menyebabkan timbulan sampah dalam jumlah yang cukup tinggi.

Situasi demikian mambuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung memimpin penyelesaian tumpukan sampah yang terjadi di wilayah Bandung Raya.

“Setiap libur panjang pasti melahirkan tumpukan sampah yang mungkin tidak selesai ditangani pascalibur,” kata Dedi Mulyadi melalui video yang diunggah Kamis (28/5/2026).

Baca juga: RUPS Defend ID Ungkap Laba Bersih PTDI Capai 345,97 Persen

Di hari yang sama, dirinya mengunjungi pasar Ciwastra, Kota Bandung. Dengan latar tumpukan sampah menggunung, KDM (sapaan akrab gubernur) disambut warga sekitar.

Dalam pertemuan itu, ia menerima keluhan sejumlah warga yang menyebut sampah di pasar tersebut mengganggu masyarakat dengan aromanya yang berbau tak sedap.

“Bau Pak, nu rek ngaji ge aya nu labuh, mana bau, jarang diangkut padahal iuran mayar”.

Baca juga: Hewan Kurban Bantuan Presiden Dipotong di Wilayah Langganan Banjir Kabupaten Bandung

“Bau Pak, ada yang mau mengaji juga terjatuh, berbau pula, jarang diangkut padahal iuran tetap dibayar,” ungkap salah seorang warga.

Untuk itu, KDM sengaja mengagendakan kedatangan dirinya ke Bandung khusus untuk menyelesaikan tumpukan sampah di wilayah Bandung Raya.

“Hari ini kita akan berfokus pada penyelesaian sampah di Bandung Raya. Ada 113 ton sampah yang masih bertumpuk selama mungkin bertahun-tahun tidak terselesaikan,” kata KDM.

Baca juga: Ini Alasan Bojan Hodak Mundur dari Kursi Pelatih Persib, Haturnuhun Coach!

Dirinya menargetkan seluruh sampah bisa terangkut dalam waktu tiga hari ke depan. Sehingga lingkungan akan kembali clear, tanpa tumpukan sampah menahun.

Ia juga berkomitmen akan fokus pada penyelesaian sampah dengan membuat sistem pegelolaan dalam skala besar hingga skala kecil di tingkat desa/kelurahan.

“Kita mau angkut sampah ini biar beres. Kawin boleh ditunda, tapi pekerjaan mah gak boleh ditunda,” ujarnya berseloroh.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *