Puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Tampilkan Seni Budaya Nusantara

Jawa Barat229 Dilihat

Kota Bandung – Acara Milangkala Tatar Sunda, Napak Tilas Padjadjaran memasuki bagian terakhir yang diselenggarakan di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026).

Ribuan warga yang memadati Kiara Artha Park sebagai titik awal kirab Mahkota Binokasih, disuguhkan tak hanya kesenian tradisional Sunda.

Beberapa kesenian tradisional daerah di luar Jawa Barat pun turut menyemarakan kegiatan yang dimulai pada pukul 19.30 WIB.

Baca juga: Puluhan Ribu Warga Jawa Barat Banjiri Kota Bandung Saksikan Puncak Milangkala Tatar Sunda

Seperti disampaikan Kepala BKD Jabar yang sekaligus sebagai Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda Dedi Supandi, beberapa kesenian daerah lain dipastikan turut tampil.

“Bukan hanya Jawa Barat malahan, karena yang hadir juga ada dari daerah yang mereka merasa bagian dari Tatar Sunda,” jelas Dedi dalam keterangan resminya.

Dikatakan Dedi, berbagai penampilan kesenian tradisional daerah lain seperti dari Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, hingga Ponorogo turut hadir.

Baca juga: Paguyuban Sunda Muda Minta Tim Hukum Jabis Kawal Proses Hukum Ancaman Pembunuhan KDM

“Yang hadir bukan hanya budaya Sunda. Ada juga Tarian Saman dari Aceh, Rampak Anom dari Surakarta, Sabda Sagara Sawiji dari Yogyakarta, Reog Ponorogo, dan Ondel-ondel dari Jakarta,” imbuhnya.

Sementara Kirab Mahkota Binokasih dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan kuda putih yang berada di barisan paling depan.

Mahkota Binokasih dibawa menggunakan kereta kencana, mengikuti gubernur yang juga diikuti oleh Wakil Gubernur Erwan Setiawan serta seluruh kepala daerah se-Jabar.

Baca juga: Kemenhaj RI Telah Berangkatkan 411 Kloter Jemaah, Sebagian Besar Tiba di Makkah

“Rangkaiannya ada tarian, ada mahkota dibawa kesana, lalu Pak Gubernur dan masing-masing kepala daerah menaiki kuda tunggang dan ada juga menaiki kereta kencana,” jelasnya.

Dedi menjelaskan jika Milangkala Tatar Sunda bermula dari peristiwa sejarah lahirnya Kerajaan Sunda pada 18 Mei 669 Masehi.

Melalui perhelatan kirab budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda, diharapkan mampu membangkitkan kembali nilai luhur Kasundaan di tengah masyarakat.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *