Gubernur Jabar Tegaskan Sekolah Maung Tak Gantikan Nama Sekolah Asal

Jawa Barat214 Dilihat

Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah adanya rencana mengganti nama sekolah yang ada dengan sekolah Maung yang ia gagas.

Menurutnya, Sekolah Maung bukan berarti nama sekolah baru yang akan menggantikan nama sekolah eksisting. Ia menegaskan jika Sekolah Maung merupakan istilah.

“SMA Maung itu istilah, bukan menjadi penamaan. Maung itu Manusia Unggul, artinya pengganti dari kata “favorit” yang merekrut siswa berdasarkan jalur akademik dan jalur prestasi lainnya,” jelas Dedi Mulyadi, Minggu (17/6/2026).

Baca juga: Milangkala Tatar Sunda, Upaya Pertahankan Budaya Hingga Lahirkan Budaya Baru

Ia menambahkan, jalur non-akademik yang dimaksud adalah prestasi yang dimiliki siswa di luar akademik. Contohnya kemampuan seni, olahraga, industri kreatif, dan bidang lainnya.

Pasalnya, lanjut KDM, manusia unggul bukan hanya dilihat dari kemampuan akademik saja, namun juga hal yang berkaitan dengan non-akademik.

Melalui video yang diunggah pada Minggu pagi itu, KDM menegaskan bahwa nama sekolah tepat berlangsungnya program sekolah Maung tidak akan berganti nama.

Baca juga: Di Hadapan Presiden, Pangdam III Siliwangi Nyatakan Komitmen Dukung Koperasi Merah Putih

“Jadi, sekolahnya tetap, SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, dan di tempat lain mungkin ada SMAN 1 Purwakarta, SMAN 1 Subang, biasanya begitu. Nanti tidak ada perubahan istilah menjadi SMAN 3 Maung Bandung,” ujarnya berseloroh.

Video tersebut dibuat KDM sebagai respon atas beredarnya video berisi ungkapan kekhawatiran sejumlah siswa SMA di Kota Bandung. Mereka menolak jika nama almamaternya diganti menjadi Sekolah Maung.

“Sekolahnya tetap seperti dulu, di seluruh Jawa Barat namanya tetap sama, tidak ada perubahan. Kata “Maung” itu istilah, disebut namanya Sekolah Unggul,” tandasnya.

Baca juga: Puncak Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Tampilkan Seni Budaya Nusantara

Dalam videonya tersebut mantan Bupati Purwakarta itu juga berpesan agar para siswa memahami bahwa manusia unggul tak hanya muncul dari sekolah favorit.

“Jadilah Manusia Unggul, tentunya manusia unggul bukan hanya berkumpul pada sekolah yang dianggap favorit, sekolah yang tidak diangap favorit pun akan lahir manusia-manusia unggul, sesuai kualifikasi,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *