Kota Bandung – Mengembalikan fungsi alam yang sebenarnya menjadi upaya yang terus digenjot Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Perubahan tata ruang menurut Dedi Mulyadi menjadi lagkah utama untuk mengembalikan fungsi alam. Inilah yang menurutnya merupakan upaya mengembalikan kejayaan tatar Sunda.
Menurut gubernur yang terkenal dengan sebutan KDM, mengembalikan kejayaan Tatar Sunda sebagai sebuah spirit dari Kirab Budaya Mahkota Binokasih, Napak Tilas Padjadjaran.
Baca juga: Di Tangan Dedi Mulyadi Empat Keraton Cirebon Segera Tampil Lebih Memikat
“Spirit Mahkota Binokasih Napak Tilas Padjadjaran adalah spirit mengembalikan kejayaan Tatar sunda,” jelas KDM dalam video yang diunggah pada Kamis (14/5/2026).
Dlam unggahannya tersebut, KDM terus mengingatkan tata ruang konsep Sunda merupakan konsep terbaik mengembalikan fungsi alam.
Dengan konsep “gunung kudu kaian, lengkob kudu balongan, lebak kudu sawahan” (gunung ditanami pohon kayu, di lembah harus ada kolam, dataran rendah harus ada sawah), fungsi alam akan tercapai dengan optimal.
Baca juga: Adira Expo Tebar Promo Permudah Warga Bandung Akses Solusi Finansial dari Adira Finance
“Ini akan terus dilakukan dengan perubahan tata ruang kita. Memberikan ruang terbuka hijau seluas-luasnya bagi kepentingan warga agar terlindugi dari bencana,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan KDM, perubahan tata ruang Jawa Barat juga akan direalisasikan melalui pembangunan tata kelola infrastruktur yang berkualitas.
Dengan demikian, seluruh ruas jalan di Jabar mulus, rumah-rumah warganya bagus, serta rakyatnya terurus.
Baca juga: Lima Pelaku Begal Sadis Sasar WNA Berhasil Ditangkap Polresta Bandung
Komponen seanjutnya, yakni upaya mendorong pemerataan ekonomi diseluruh wilayah Jabar, sebagai upaya membangun rasa adil di tengah masyarakat.
“Disribusi ekonomi menyebar ke masyarakat, kesempatan kerja semakin terbuka dengan mendorong investasi yang berkeadilan,” sambungnya.
Sementara di sektor ekonomi, KDM berkomitmen terus memberikan kesempatan mengakses pendidikan berkualitas bagi berbagai kalangan masyarakat.
Baca juga: Layaknya Tol, Jalan Provinsi Jawa Barat Diwacanakan KDM Berbayar
Namun, ia juga menegaskan bahwa spirit mengembalikan kejayaan Tatar Sunda harus didukung dengan meningkatnya kualitas SDM.
“SDM Jawa Barat harus meningkat, tidak boleh berleha-leha, tidak boleh setiap hari anak-anak muda menggunakan kendaraan seenaknya, menghabiskan bahan bakar, menghabiskan waktu, balapan di jalanan,” ujarnya.
Setiap wilayah perkotaanharus tertata dengan baik, rapi dan bersih. Sedangkan wilayah perdesaan fokus pada produksi pangan dan energi.
Baca juga: Pedagang Hewan Kurban dari Magetan Tawarkan Puluhan Sapi Sehat di Bandung
Diakui KDM, meski seluruh upayanya tersebut menuai kritik, ia mengaku akan tetap fokus melakukan setiap tahapan demi kembalinya kejayaan Tatar Sunda.
“Kirab Mahkota Binokasih Napak Tilas Padjadjaran hanya simbol dari sebuah spirit, bahwa saatnya kita berubah menuju yang lebih baik, pungkasnya.***(Heryana)































