Jakarta – Sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) atau 68.082 jemaah haji telah diberangkatkan menuju Tanah Suci dalampenyelenggaraan ibadah haji 1447 H.
Dari jumlah tersebut, 19 kloter atau 7.387 jemaah haji bersa 76 petugas kloter telah berada di Makkah, sisanya 165 kloter atau 64.129 dinyatakan telah tiba di Madinah.
Seluruh data keberangkatan jemaah haji tersebut merupakan update hingga hari ke-12 penyelenggaraan ibadah haji 2026, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: Seribu Jemaah dari Berbagai Provinsi Hadiri Tabligh Akbar Ponpes Ulul Albab
Kepala Biro Humas Kemenhaj RI Moh. Hasan Afandi dalam keterangannya menyampaikan, seluruh proses operasional berjalan lancar.
“Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berjalan lancar, tertib , dan terus mendapatkan pendampingan petugas,” ungkap Hasan.
Bagi jemaah haji yang telah tiba di Makkah akan segera melakukan umroh wajib yang dirangkaikan dengan sejumlah persiapan untuk memasuki puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca juga: Dari Keraton Sumedang Larang Sampai Komplek Pemda, Mahkota Binokasih Mulai Dikirab Malam Ini
Kemenhaj juga memastikan layanan kesehatan para jemaah tetap dalam pengawalan ketat, serta dilakukan secara rutin dari berbagai titik.
“Secara kumulatif, tercatat 5.576 jemaah berobat rawat jalan, 105 jemaah dirujuk ke klinik kesehatan Haji Indonesia. Sementara itu, sebanyak 125 jemaah dirujuk ke RS Arab Saudi,” ungkap Hasan.
Dari layanan kesehatan yang diberikan melalui fasilitas kesehatan, kini tersisa 39 jemaah yang masih dirawat di RS Arab Saudi.
Baca juga: Kapolda Jabar Pastikan Perusuh di Dago Bukan Buruh: Jelas Mereka Kelompok Kriminal
Namun, di tengah proses pemberangkatan jamaah dari tanah air dan pergeseran dari Madinah ke Makkah, terdapat dua jemaah yang meninggal dunia, yakni:
– Siti Sri Rahayu Sanusi (65), dari SOC-12, asal Pekalongan, Jawa Tengah
– Dan Endar Jaya Purwadi (62) dari BPN-01, asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur
“Sehingga, saat ini total jemaah wafat sebanyak tujuh orang,” jelasnya.
Pmerintah melalui Kemenhaj mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap haji non-prosedural, serta penggunaan visa non-haji.***(Heryana)































