PSI Ingatkan Pemkot Cimahi Pentingnya Publik Mengetahui Progres dan Manfaat Program, Tak Sebatas Seremoni Peluncuran

Bandung Raya710 Dilihat

Kota Cimahi – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Cimahi menyoroti hampir dua tahun kepemimpinan Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan Wakil Wali kota Adhitia Yudishira.

Beberapa capaian pembangunan diapresiasi PSI Kota Cimahi, namun partai berlambang gajah itu tetap memberikan kritik terhadap sejumlah program yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dibawah kepemimpinan Ngatiyana-Adhitia.

Menurut Ketua Harian PSI Kota Cimahi Leonardo, beberapa program Pemkot Cimahi seperti penguatan UMKM, pemberdayaan masyarakat, dan program 10.000 SDM siap kerja, hingga layanan kesehatan masyarakat patut mendapat apresiasi.

Baca juga: KPK Jadwalkan Ulang Pemanggilan Menteri ATR/BPN Usai Mangkir Sebagai Saksi Kasus Dugaan Suap HGB

Namun Leonardo berpendapat bahwa keberhasilan program tak cukup hanya pada peluncurannya saja. Tetapi juga mempertimbangkan target realisasi serta manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Bagi kami, persoalannya bukan sekadar apakah program tersebut sudah diluncurkan. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, sudah sejauh mana target janji tersebut benar-benar tercapai dan dirasakan masyarakat?,” ujarnya kepada awak media, Selasa (6/10/2026).

Dari sejumlah program yang telah digulirkan Pemkot Cimahi, Leonardo menyebut masyarakat berhak mengetahui progresnya. Semisal program 10.000 SDM Siap Kerja, publik berhak tahu jumlah peserta pelatihan, hingga kepastian terserap dunia kerja.

Baca juga: Mobil Bisa Kembali Lintasi Jembatan Pemkot Cimahi, Wali Kota:  Sudah Dicek Beberapa Hari Aman

Setiap program yang diluncurkan, lanjut Leonardo, perlu disampaikan oleh pemerintah secara jelas dan terperinci, termasuk soal anggaran yang digunakan serta distribusi yang dilakukan.

Lebih jauh PSI juga menyoroti program 100 event kreatif. Menurut Leonardo, pemerintah seyogyanya mengukur dampak dari setiap kegiatan terhadap komponen lain seperti UMKM, komunitas seniman, ekonomi kreatif, hingga dampak terhadap generasi muda.

“Yang perlu kita ukur bukan hanya jumlah kegiatan yang diselenggarakan, tetapi apakah kegiatan tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas seni, anak muda, dan potensi daerah,” ujarnya.

Baca juga: Seratus Rumah Sakit Kerja Sama dengan Pemda, KDM: Bentuk Perlindungan Bagi Warga

Dalam kesempatan yang sama, PSI Kota Cimahi juga menyoroti janji politik yang hingga memasuki dua tahun kepemimpinan Ngatiyana-Adhitia belum secara penuh direalisasikan.

Ia mencontohkan janji revitalisasi stadion Sangkuriang. PSI meminta Pemkot Cimahi melakukan evaluasi terhadap semua program, termasuk mengukur tahapan dan capaian.

“Kami tidak ingin terjebak pada narasi bahwa seluruh janji politik sudah gagal. Itu tidak sesuai dengan fakta. Tetapi kami juga tidak ingin masyarakat hanya diberikan daftar program dan seremoni peluncuran tanpa mengetahui capaian konkretnya,” tegas Leonardo.

Baca juga: Bupati Bandung Wajibkan ASN Ikuti Penguatan Integritas Bangun Pemerintahan Bersih dan Jujur

Keterbukaan informasi juga ditekankan PSI terhadap 17 janji politik Ngatiyana-Adhitia. Hal tersebut menurutnya perlu terus dievaluasi secara berkala serta bisa diakses dengan mudah oleh publik.

“Janji politik adalah kontrak moral dengan masyarakat. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui progresnya secara terbuka, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *