Tak Perlu Dua Bulan, Dengan Metode Baru Ini Pemadaman Kebakaran Lahan Puncut Ditargetkan Selesai Hitungan Hari

Bandung Raya24 Dilihat

Kota Bandung – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kota Bandung masih berjibaku memadamkan api yang membakar lahan pembuangan sampah di kawasan Punclut, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

Kepala Diskarmat Kota Bandung Soni Bakhtiyar mengatakan, perlu upaya besar dalam memadamkan kebakaran di titik tersebut. Pasalnya, kandungan gas metan dari tumpukan sampah memicu api terus menyala, bahkan berpotensi memunculkan titik api baru.

Hingga Selasa (15/9/2026) para petugas Diskarmat Kota Bandung telah berhasil memadamkan lima titik api besar di permukaan tumpukan sampah dan bekas material bangunan itu. Soni mengatakan, masih tersisa tiga titik api di dalam tumpukan sampah.

Baca juga: Tak hanya Santunan Bagi Keluarga Korban, Dedi Mulyadi Bekali Penumpang KM Virgo Transport 8 yang Selamat

Karakteristik lokasi dan objek kebakaran yang sangat berbeda menurut Soni, membuat pihaknya menerapkan metode pemadaman yang berbeda dari pemadaman yang dilakukan pada umumnya.

“Memang tanahnya labil, karena tebingnya dari tumpukan sampah dan barangkal atau limbah material bangunan,” ungkap Soni Bakhtiyar.

Dalam upaya pemadaman bekas TPS Punclut tersebut, para petugas menemukan tantangan yang cukup berat, yakni kepulan asap yang mengandung B3 dan sangat membahayakan bagi keselamtan dan kesehatan para petugas.

Baca juga: Dedi Mulyadi Temui Pendemo Saat Hadiri Ulang Tahun Kabupaten Karawang

Sebagai langkah antisipasi, para petugas dibekali dengan perlengkapan sejenis masker dan alat perlindung pernaasan mandiri, SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus).

Selain perlengkapan keselamatan petugas, Soni mengaku menerapkan cara yang lebih efektif. Petugas menyuntikkan bercampur bahan kimia tertentu hingga ke dalam lapisan tumpukan sampah. Tujuannya, agar gas metan tidak dapat menimbulkan api.

“Kita menggunakan metode dengan suntik ke dalam sampah dengan nozzle jet kita. Sehingga tekanan airnya bisa merangsek sampai ke dalam sampah,” jelasnya.

Baca juga:Bulan Dana PMI Jadi Solusi Partisipatif di Tengah Keterbatasan Anggaran Pemerintah

Dalam upaya pemadaman kebakaran yang terjadi di tebing seperti Punclut, petugas juga dituntut untuk bisa mendekati api dengan menggunakan peralatan vertical rescue. Sehingga mereka tampak bergelantungan sambil membawa selang

Cara tersebut menurut Soni lebih efektif dan cepat memadamkan api, dibanding dengan penyemprotan jarak jauh dari atas atau bawah tebing yang justru berpotensi membuat tebing tersebut longsor.

“Petugas langsung mencari titik apinya dengan menggunakan vertical rescue, langsung menuju titik lokasi.Kalau dulu kita semprot dari jarak jauh, sekarang kita dekati titik apinya, sama persis seperti panjat tebing dengan membawa selang,” ujarnya.

Baca juga: Ini Rencana Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan Pasca Gantikan Purbaya

Sejak kebakaran lahan tempat pembuangan sampah itu terjadi pada Senin (14/9/2026) malam, Diskarmat Kota Bandung menerjunkan 11 unit pancar dengan kekuatan 50 personel.

Dengan metode baru yang diterapkannya, Soni berharap api dapat seluruhnya padam dalam dua hingga tiga hari ke depan. Menurutnya, pemadaman kali ini terbilang lebih cepat dibandingkan dengan tahun lalu yang menghabisakan waktu hingga dua bulan di lokasi yang sama.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *