Diskominfo Apresiasi PWI Kabupaten Bandung Selenggarakan Seminar Artificial Intelligence

Bandung Raya60 Dilihat

Kabupaten Bandung – Dinas Komunikasi dan Informatika *(Diskominfo) Kabupaten Bandung mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026).

Berlokasi di Ciwidey, PWI Kabupaten Bandung menyelenggarakan rapat kerja (Raker) 2026. Kegiatan tersebut menjadi lebih menarik ketika dihadirkan seminar seputar Artificial Intelligence (AI).

Apresiasi disampaikan langsung oleh Sekretaris Diskominfo Kabupaten Bandung Irma Novita yang sekaligus menjadi sakah satu narasumber dalam seminar tersebut.

Baca juga: Kombes Tri Suhartanto Gantikan Kombes Aldi Subartono Pimpin Polresta Bandung

Dalam pernyataannya kepada Warta Pajajaran, Irma mengaku senang dan bangga dengan kegiatan yang diselenggarakan PWI Kabupaten Bandung. Dengan melibatkan pihaknya kata Irma, menandakan kemitraan yang baik antara PWI dan Diskominfo.

“Saya sangat bangga dan bahagia karena ternyata kemitraan kita itu bisa berjalan dengan baik. Buktinya hari ini yang menjadi narasumber salah satunya dari Diskominfo. Itu bukti bahwa kita itu berjalan beriringan, sama -sama memajukan Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan jika sinergitas pihakya dengan PWI Kabupaten Bandung terjalin dengan baik. Hal itu disebut Irma akan menghindarkan terjadinya miss komunikasi antara kedua pihak.

Baca juga: Matangkan Rencana Ubah Bedeng Jadi Homestay, Dedi Mulyadi: Mereka Akan Dididik Kepariwisataan

Ia berpendapat, munculnya pemberitaan yang dianggap kurang baik tak selalu disebabkan program dan hubungan, namun seringkali berawal dari komunikasi kedua pihak yang kurang baik pula.

“Tapi dengan kegiatan seperti ini, kita sering duduk bersama berkegiatan bersama, insya Allah membawa kebaikan untuk semua,” ucap Irma.

Berkaitan dengan seminar seputar AI, Irma menyinggung fenomena di tengah masyarakat yang masih kesulitan dalam memilah berita. Kehadiran AI kerap kali mengecoh masyarakat dalam memperoleh informasi yang valid.

Baca juga: KDM Akan Ambil Alih Pengelolaan Lahan PTPN dan Perhutani Jadi Strategi Selesaikan Kemiskinan Petani

“Karena antara berita dari media resmi dengan mereka yang bertanya viral, masyarakat sulit memilah mana yang pantas dipercaya,” ucapnya.

Untuk itu ia berharap media pers mampu meng-counter berita-berita yang menurutnya tidak jelas sumber kebenarannya aga pemerintah bisa mempercayainya

“Kepada siapa lagi pemerintah bisa percaya pemberitaan kalau bukan kepada wartawan yang terverifikasi,” pungkasnya.

Baca juga: Inilah Jalan Alternatif Situ Ciburuy-Cihaliwung, Harapan Warga yang Direspons DPRD

Apresiasi juga disampaikan Ketua PWI Jabar Tantan Sulthon Bukhawan. Ia menyebut AI saat ini menjadi sebuah kebutuhan wartawan dalam melaksanakan kegiatan jurnalstik.

“Saya menyambut baik seminar ini karean AI bagi wartawan ini sebuah kebutuhan. Harapan saya AI itu bukan pengganti wartawan, tapi alat bantu kerja wartawan ketika membutuhkan kelengkapan data, termasuk menyempurnakan produk jurnalistik.

Namun dalam kesempatan itu, Tantan berpesan kepada seluruh wartawan agar selalu menggunakan teknologi kecerdasan buatan itu dengan bijak dan semestinya.

Baca juga: Pangdam III Siliwangi Minta Lomba Domino HUT TNI Perkuat Silaturahmi Prajurit

Ia tak ingin penyalahgunaan AI berujung pada produksi hoaks sehingga berdampak masalah hukum bagi para pelakunya.

“Tugas kita, wartawan, menggunakan AI ini hanya sebagai alat bantu untuk melengkapi pengayaan data yang belum kita sempurnakan,” tandasnya.***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *