Optimalisasi Artificial Intelligence Jadi Pilihan Transformasi Pendidikan Pariwisata

Wisata62 Dilihat

Jakarta – Kehadiran Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) sudah memasuki berbagai lini kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan.

Dinamika teknologi Artificial Intelligence (AI) memberi pengaruh signifikan terhadap dunia pendidikan, sehingga AI kini seakan menjadi bagian penting dari setiap perubahan.

Travel+Leisure Co. sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, memandang penting dunia pendidikan pariwisata semakin dekat dengan AI.

Baca juga: Tiga Pesan Ketua DPRD pada Pemkot Cimahi Soal Pengendalian Tata Ruang

Hal tersebut juga dipandang sebagai sebuah transformasi dunia pendidikan pariwisata untuk menghadapi tantangan serta tuntutan masa depan.

Pandangan tersebut kemudian diaktulisasikan oleh perusahaan pengelola dan pengembang empat vacation ownership itu, ke dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama German University di Jakarta (9/4/2026) lalu.

Pertemuan yang berfokus pada penerapan AI dalam pelayanan bisnis pariwisata, khususnya perhotelan, membuat kedua lembaga mengeluarkan beberapa rekomendasi.

Baca juga: Seleksi Pengelola Baru Bandung Zoo Berlangsung, Pemkot Targetkan Rampung Akhir April

Rekomendasi tersebut bisa dijadikan sebagai perangkat paling fundamental dalam menatap industri pariwisata di masa mendatang.

Rekomendasi pertama, Travel+Leisure Co. dan German University sepakat untuk menyusun sebuah kurikulum bertaraf internasional, sehingga menghasilkan keahlian mahasiswa dengan sertifikat Internasional.

Rekomendasi selanjutnya adalah menerapkan manajemen berbasis AI. Penerapan AI menjadi sebuah keniscayaan, tak terkecuai dalam industri pariwisata.

Baca juga: Pastikan Stok Aman, Pemkot Bandung Gencar Lakukan Pendataan Gudang Kebutuhan Pokok Masyarakat

Salah satu contoh adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi AI dalam pengelolaan data riwayat tamu yang datang ke hotel.

Kegiatan FGD yang diselenggarakan Travel+Leisure Co. dan German University berfokus pada penerapan AI dalam pendidikan pariwisata.

Hal ini penting karena akan memberi dampak positif pada upaya pelayanan yang lebih personal dan efisien kepada setiap tamu.

FGD antara Travel+Leisure Co. dan German University juga menghasilkan rekomendasi soal konsep “Teaching Factory” berbasis digital.

Baca juga: Puluhan Rumah Terdampak Angin Puting Beliung di Kabupaten Bandung Segera Dibedah

Dengan kata lain, kegiatan pembelajaran akan dilakukan berdasarkan dinamika indstri pariwisata. Sehingga mahasiswa akan semakin adaptif terhadap ekosistem pariwisata berbasis digital.

Area General Manager Travel+Leisure Co., Indra Budiman, berharap transformasi pendidikan pariwisata juga akan berdampak pada perkembangan layanan kepada tamu.

“Apa yang diharapkan tamu saat ini terus berkembang dan tidak selalu tercermin dalam pendekatan konvensional,”ujarnya.

Baca juga: DPRD Kota Cimahi Pertanyakan Kontribusi Apindo dalam Pembangunan Daerah: Mereka Cari Uang di Cimahi

Indra memandang kolaborasi yang dilakukan bersama German University sebagai langkah penting untuk memastikan standar yang dikembangkan mampu menjawab tantangan perubahan.

Sementara menurut Rektor Swiss German University Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P Kusumocahyo, transformasi dalam pendidikan merupakan sebuah keharusan.

“Inovasi dalam pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan,” tandasnya.

Baca juga: Diduga Jadi Penyebab Banjir, Bupati Bandung Instruksikan Camat Margahayu Bongkar Bangunan Halangi Saluran Air

Ia mengatakan, sinergitas bersama Travel+Leisure Co. yang mengawasi lebih dari 100 club resort di luar Amerika Utara itu menjadi cara pihaknya memastikan pengetahuan di ruang kelas akan selaras dengan kebutuhan industri.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *