Benarkah Kehadiran BDx Data Centers Ganggu Pasokan Air untuk Warga Purwakarta? KDM Cecar PJT

Jawa Barat55 Dilihat

Kabupaten Purwakarta – Setelah persoalan AMDAL dipertanyakan, penggunaan air kini menjadi sorotan publik dalam pembangunan Pusat Data BDx (BDx Data Centers) di Kabupaten Purwakarta.

Publik ingin memastikan bahwa penggunaan air dari bendungan Jatiluhur untuk kebutuhan BDx Data Centers tidak akan mengganggu pasokan air untk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk mengairi lahan pertanian di beberapa wilayah.

Untuk memperoleh kepasatian informasi mengenai tata kelola serta alokasi air yang dimaksud, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan hal tersebut kepada Diektur Utama PJT II (Perum Jasa Tirta) sebagai pengelola sumber daya air di Jawa Barat.

Baca juga: Diskominfo Apresiasi PWI Kabupaten Bandung Selenggarakan Seminar Artificial Intelligence

Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah sebagai perwakilan negara, memiliki tugas untuk menjawab pertanyaan dan kritik dari masyarakat terhadap proses pembangunan, terlebih pada pembangunan dengan investasi tinggi seperti BDx Data Centers.

“Pertama, saya minta Pak Dirut PJT jelasin kapasitas air Jatiluhur di kemarau ini sudah krisis apa masih supply ke Tarum barat dan Tarum timur,” kata Dedi Mulyadi atau KDM, Sein (28/9/2026).

Dirut PJT II Imam Santoso menjelaskan jika cadangan air yang ada masih mampu mengairi lahan pertanian hingga seluas 287.000 hektare. Kondisi tersebut bahkan dikatakannya akan mencukupi hingga datangnya musim penghujan.

Baca juga: Kombes Tri Suhartanto Gantikan Kombes Aldi Subartono Pimpin Polresta Bandung

Tak hanya itu, pihaknya bersama sejumlah unsur terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dari 16 September hingga 2 Oktober 2026 mendatang.

Untuk memastikan pasokan air dari Jatiluhur ke PDAM Purwakarta tak berkurang akibat pembangunan BDx Data Centers, KDM juga mempertanyakan jumlah debit air dalam setiap tahun.

Dari keterangan Imam Santoso, PDAM Purwakarta masih mendapat pasokan air dengan kuota 3.000 liter per detik. Hanya saja baru bisa dioptimakan oleh PDAM seanyak 383 liter perdetik, atau sekira 11 persen dari kuota yang dimiliki.

Baca juga: Matangkan Rencana Ubah Bedeng Jadi Homestay, Dedi Mulyadi: Mereka Akan Dididik Kepariwisataan

Dengan demikian, belum seluruh kuota dimanfaatkan oleh pihak PDAM dengan berbagai kendala yang dialami BUMD kabupaten Purwakarta itu, di antaranya perlunya peningkatan kapasitas.

Dari pertemuan tersebut, diketahui jika operasional BDx Data Centers memerlukan air sebanyak 384 liter per detik, hampir saama dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat melalui PDAM Purwakarta.

Perusahaan Artificial intelligene (AI) dengan nilai investasi sebesar Rp3,5 triliun itu membeli air dari PDAM bukan dari PJT. Sehingga PDAM Purwakarta yang sudah teken perjanjian untuk angka waktu 10 tahun dengan BDx perlu melakukan peningkatan kapasitas.

Baca juga: Inilah Jalan Alternatif Situ Ciburuy-Cihaliwung, Harapan Warga yang Direspons DPRD

“Berarti ini tidak mengganggu air masyarakat, dengan catatan harus ada penjelasan ke publik. Sekarang terbuka bahwa kalau ada air macet di Perumnas Gandasari, ke Cimaung, ke Sadang, ke Munjul, karena pipanya sudah jelek bukan karena ada BDx,” ujar KDM.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *