Usai Viral Tegur Alphard Terobos Lampu Merah, Fiktor Pilih Tawaran KDM Jadi Satpam Gedung Sate

Jawa Barat90 Dilihat

Kota Bandung – Nama Fiktor Harefa menjadi perhatian warganet usai video saat dirinya menegur Toyota Alphard menerobos lampu merah viral di media sosial.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) itu pun menjadi perbincangan. Tak sedikit warganet membela Fiktor Harefa yang bertugas menjadi petugas keamanan itu.

Dalam perbincangannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Muyadi, Fiktor ditawari untuk bekerja menjadi petugas keamanan di Gedung sate. Tawaran itu disamaikan KDM karena Fiktor mengaku akan kembali ke Bandung usai kejadian tersebut.

Baca juga: Gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung Dibangun Oktober 2026, Siap Tampung Dua Ribu Siswa

“Karena saya warga Bandung juga, kalau ada pekerjaan yang lebih bagus saya pingin banget balik ke Bandung lagi,” ungkap Fiktor kepada KDM.

Rencananya untuk kembali ke Bandung pun disambut tawaran KDM keada dirinya untuk bekerja menjadi security (petugas keamanan) di Bandung, termasuk Gedung Sate.

“Mau gak jadi sekuriti di Bandung, misalnya jadi sekuriti Gedung sate, kan upahnya sama juga UMK,” tanya KDM yang disambut anggukan Fiktor.

Baca juga: Jadi Tersangka dan Ditahan, Eks Jampidsus Sebut Dirinya Korban Kriminalisasi

Kepada gubernur, Fiktor menceritakan peristwa yang menimpa dirinya dan viral di media sosial dalam beberapa hari terakir itu.

Menurutnya, sebuah mobil Toyota Alphard warna hita tiba-tiba muncul di depan para pejalan kaki yang saat itu menyebrang di zebra cross. Kehadiran mobil tersebut membuat semua kaget karena seharusnya berhenti menunggu giliran penyeberang jalan.

“Yang sebenarnya lewat itu pejalan kaki, tiba-tiba ada kendaraan menerobos lampu merah. Saat itu juga saya lihat banyak wanita di depan jadi pada takut,” ungkap Fiktor yang menyebut peristiwa terjadi pada saat jam istirahat.

Baca juga: Pendiri Kota Cimahi Sesalkan Absennya DPRD dalam Dialog Pembahasan Rebranding RSUD Cibabat

Saat itu dirinya hendak menyeberang menuju proyek yang ada di depan Pullman dalam rangka melakukan patroli. Tak hanya dirinya, beberapa pejalan kaki lainnya pun turut menyeberang di pelican crossing.

Saat itu lanjut Fiktor semua kendaraan seharusnya berhenti karena lampu menyala merah dan giliran pejalan kaki.

“Pas depan saya juga kemarin hampir kena, saya tepuk mobilnya, woy lampu merah. Saya lakukan itu takut orangnya lagi ngantuk atau main HP,” kata Fiktor.

Baca juga: DPRD Cimahi Janji Teruskan Aspirasi Buruh Hapus Pajak Penghasilan ke Presiden dan DPR

Ia pun menghampiri mobil yang tampak menurunkan kecepatannya dan berhenti setelah ditegur olehnya. Namun di situ ia justru mendapat perlakuaan yang tak baik dari sopir dan sua penumpang mobil mewah tersebut.

Fiktor melanjutkan, dua orang saat itu turun dari mobil dan menegur balik dirinya untuk tidak menepuk mobil yang bagi mereka itu perbuatan tidak sopan.

“Saya samperin dan dia membuka kaca. Yang di sisi kiri keluar dua orang dorong-dorong saya “jangan kayak preman, kamu gak boleh ketuk-ketuk mobil orang” begitu katanya,” tutur Fiktor.

Baca juga: Ketika Pariwisata dan Kesejahteraan Sosial Berpadu; Solusikan Ketimpangan Pendidikan Melalui Sekolah Rakyat

Soal akhirnye mereka berdialog di Pos Polisi diakui Fiktor merupakan inisiatif dirinya agar dapat diselesaikan oleh petugas di pos tersebut.

Namun Fiktor mengakui jika saat itu dirinya yang bersimpuh untuk meminta agar ancaman tiga orang dalam mobil yang diketahui merupakan personel Polda Jabar itu mengurungkan niat melaporkan dirinya agar dipecat dari pekerjaan sebagai sekuriti.

Dalam obrolannya bersama KDM, Fiktor mengaku bahwa yang dipersoalkan saat itu adalah sikap dirinya yang menepuk mobil, ukan perkara pelanggaran yang dilakukan sopir dngan menerobos lampu merah dan antrian pejaan kaki.

Baca juga: Ditambah Hasil UKW PWI Jabar 2026, Indonesia Kini Miliki 20 Ribu Lebih Wartawan Kompeten

Selain ancaman akan dilaporkan kepada atasannya agar diberhentikan bekerja, sikap ketiga orang tersebut diakui membuat dirinya menangis dan terpikir untuk kembali ke Bandung jika ada pekerjaan yang layak baginya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *