Investasi Capai 390 Triliun, Per Tahun Blok Masela Diproyesikan Produksi 9,5 Juta Ton LNG

Nasional44 Dilihat

Maluku – Pembangunan proyek LNG di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, secara resmi telah dilakukan groundbreaking oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Proyek yang disebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menelan investasi sebesar Rp390 triliun itu, diproyeksikan dapat memproduksi 9,5 juta ton LNG (Liquefied Natural Gas) per tahun.

“Ini menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara dengan 120 mm dan 35.000 barel kondensat per hari dalam meningatkan lifting kita,” kata Bahlil Lahadalia dalam sambutannya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca juga: Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Tanimbar, Prabowo: Sudah Kita Nantikan 28 Tahun

Dengan jumlah produksi LNG yang diproyeksi melimpah tersebut, minimal 60 persen diantaranya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Sementara sisanya kata Bahlil akan menjadi komoditas ekspor.

Di dalam negeri lanjut Bahlil, sebagian menggunakan LNG untuk hilirisasi industri seperti yang dilakukan PT Pupuk dengan membangun pabrik tak jauh dari proyek Abadi Masela itu.

“Sebagian kita akan memakai untuk hilirisasi dari PT Pupuk yang akan membangun industri di sini. Kemudian kita akan menyerahkan kepada PLN,PGN, dan beberapa perusahaan swasta,” ungkap Bahlil.

Baca juga: Safari Berlanjut, Polresta Bandung dan Kodim 0624 Kabupaten Bandung Perkuat Sinergitas

Lebih lanjut Menteri ESDM itu juga menyampaikan proyeksi pendapatan negara dari produksi LNG itu, dimana negara akan menerima pendapatan langsung sekira USD37,8 miliar, ditambah USD6,43 dari pajak.

Angka yang cukup fantastis tersebut menurutnya merupakan penerimaan negara selama masa konstruksi dan operasi proyek.

“Pertumbuhan ekonomi dan kontribusi terhadap PDP nasional sekitar USD137,8 miliar, serta peningkatan PDRB Provinsi Maluku sekitar USD95 miliar, dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD92 miliar,” bebernya.

Baca juga: PTDI dan BIJB Sepakat Kembangkan Bandara Kertajati Jadi Pusat Industri Kedirgantaraan Nasional

Proyek juga disebut dapat menyerap 12.000 tenaga kerja langsung saat konstruksi, serta 800 hingga 1.000 tenaga kerja pada saat operasional berjalan nantinya.

Dalam proyek migas yang berlangsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu, pemerintah menggandeng perusahaan energi asal Jepang INPEX (International Petroleum Exploration Corporation).

Maka dari itu, Bahlil berpesan agar seluruh pihak yang terlibat dalam proyek blok Masela dapat menjalankannya secara profesional, termasuk perlakuan dari pemerintah daerah setempat.

Baca juga: Muncul Usulan Reaktivasi SPP, Dedi Mulyadi Pastikan Pemprov Jabar Tetap Selenggarakan Sekolah Gratis

“Kepada Gubernur dan Bupati, ingat Ini bukan proyek APBD, harus profesional. Jangan main KKN, jangan karena tim sukses terus kalian dorong, jangan pake kelakuan lama,” tegasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *