Sebut Kenaikan Harga BBM Serangan Fajar, SPBU: Banyak Pengguna Pertamax Migrasi ke Pertalite

Bandung Raya23 Dilihat

Kota Cimahi – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax tak hanya mengagetkan masyarakat sebagai kosumen. Kenaikan tersebut nyatanya juga membuat pengelola SPBU merasakan hal yang sama.

Seperti diakui Pengawas SPBU Cibabat, Kota Cimahi, Andriansyah, yang menyebut kenaikan harga BBM jenis Pertamax membuat dirinya kaget, karena terkesan mendadak, tanpa informasi sebelumnya.

“Kita pun yang kerja di SPBU, yang dekat dengan Pertamina gak ada bocoran dan info sedikitpun,” kata Andriansyah.

Baca juga: Pekan Tugas Besar 2026 Telkom University Kembangkan Pembelajaran Komprehesif

Dirinya menyebut baru menerima informasi akan ada kenaikan harga pada pukul 22.00 WIB. Saking kagetnya,ia mengaku menunda jam tidurnya malam itu.

“Mau tidur pun gak jadi karena mau ada kenaikan. Disangka Pertamina Dex yang akan ada kenaikan, ternyata Pertamax,” ujarnya.

Mendadaknya kenaikan harga BBM jenis Pertamax juga terlihat dari kedatangan para pengguna kendaraan ke SPBU dengan normal. Tak ada antrian seperti halnya ketika pemerintah menaikan harga dengan terlebih dahulu mengabarkan kepada masyarakat.

Baca juga: Polda Metro Jaya Pastikan Personel Pengamanan Demo Mahasiswa Tak Bawa Senjata Api

Andriansyah bahkan menyebut kenaikan harga BBM kali ini sebagai sebuah serangan fajar. Begitu senyapnya hingga tak ada yang menduga hal itu bakal dilakukan pemerintah dengan sangat mendadak.

Ia menambahkan, informasi perubahan harga BBM yang telah resmi dan baku menurutnya biasa diinfokan secara rutin tanggal 1 dan tanggal 15 setiap bulannya.

“Sebetulnya kalau resminya kita itu tahu setiap tanggal 1 jam 00.00 WIB, itu udah gak ada info tapi pihak SPBU sudah mengetahui bahwa setiap bulan pasti ada kenaikan atau perubahan harga. Jadi resminya tanggal 1 sama tanggal 15,” jelasnya.

Baca juga: Posbindu PTDI Dorong Lansia Jaga Kesehatan Lewat Pemeriksaan Rutin

Ia mencontohkan, ketika yang terbaru jenis Pertamax Turbo naik Rp500, atau Pertamina Dex mengalami penurunan harga, pihaknya mendapat informasi pada tanggal 1, atau pada awal bulan.

“Kalau ini serangan Fajar, yang tahu hanya yang di pusat,” ujarnya.

Dampak dari kenaikan harga pertamax dikatakan Andriansyah, membuat sebagian besar pelanggan beralih menggunakan Pertalite. Hal itu mulai terlihat sejak hari pertama.

Baca juga: Lelang Selesai, Pemkot Tetapkan Pengelola Baru Kebun Binatang Bandung

Pada shift pertama, penjualan pertalite mengalami peningkatan cukup signifikan. Sebaliknya, penjualan Pertamax menurutnya turun cukup drastis.

“Paginya ada sebagian yang tahu info harga sudah naik, langsung migrasi ke pertalite. Makanya penjualan (Pertamax) turun drastis,” ungkapnya.

Sebelumnya pemerintah menetapkan kenaikan harga untuk BBM on-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan hingga Rp3.950 per liter dianggap masyarakat sebagai lonjakan yang cukup memberatkan.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *