Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memandang kasus penyekapan dan penganiayaan berat yang diduga dilakukan Taufik Hidayat terhadap kekasihnya YTR (29), merupakan dampak dari lemahnya tata kelola pemerintahan di tingkat bawah.
Menurut Dedi Mulyadi, saat ini Ketua RT/RW sudah tak lagi terbiasa mendata setiap tamu yang datang ke lingkungannya. Bahkan tradisi “tamu wajib lapor 1×24 jam” sudah hilang.
Untuk itu, pihaknya akan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus lingkungan RT dan RW untuk membuat sistem pendataan. Instruksi tersebut secara resmi akan dibuat dalam bentuk surat edaran (SE).
Baca juga: Hotman Paris Buka Donasi Bagi Korban Penganiayaan Berat di Bandung, Ratusan Juta Berhasil Terkumpul
Langkah pendataan di lingkungan masing-masing tersebut juga dikatakannya sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
“Setiap rumah kos dan kontrakan setiap orang datang ke situ harus difoto dan dilampirkan KTP, lalu disetorkan ke sistem data yang ada di RT dan RW,” jelasnya saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6/2026).
Melalui optimalisasi sistem data yang dimaksudnya itu, KDM menyebut hal itu juga sebagai langkah pencegahan hadirnya terorisme yang biasa terjadi di rumah kontrakan.
Baca juga: Sayembara KDM 250 Juta Ditutup, Siapa Penerima Hadiah Uangnya?
Ia juga berpesan agar para orang tua senantiasa mendampingi anaknya saat berkomunikasi, berhubungan, atau mendapat kunjungan pihak lain.
“Hari ini kita melihat begitu bebasnya pasangan yang masih dibawah umur tanpa pengawasan orang tua,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban kesadisan Taufik Hidayat itu akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
Baca juga: Soal Ijazah Siswa Ditahan, KDM Ingatkan Sekolah Sudah Terima BPMU
Biaya pengobatan korban kekerasan seperti yang dialami YTR yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, menjadi alasan pihaknya menanggung seluruh biaya.
“Berdasarkan catatan keuangan yang saya miliki sampai hari ini, maka dibutuhkan dalam dua minggu ini sebesar satu miliar rupiah, dan kami menyiapkannya,” ujarnya mantap.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga menyarankan agar pihak keluarga tak perlu lagi melakukan open donasi. Namun bukan berarti menutup pihak manapun untuk berdonasi dan membantu.
Baca juga: Bupati Bandung Siapkan Skenario Relokasi Penduduk Tangani Banjir Menahun Bojongsoang
Semantara bantuan lainnya pun diserahkan KDM kepada keluarga korban, yakni tabungan sebesar Rp250 juta. Uang tersebut merupakan hadiah sayembara yang disampaikan sebelum pihak kepolisan menangkap tersangka.***(Heryana)

























