Kota Bandung – Beberapa hari lalu Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama warga Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan agar operasional tambang berizin dibuka kembali.
Menanggapi permintaan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan jika izin lokasi tambang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi (KDM) mengapresiasi langkah Bupati Bogor yang turut memperjuangkan agar operasional tambang di daerahnya dibuka kembali.
Baca juga: Warga Pangalengan Terdampak Bencana Longsor Terima Rumah Baru dari Bupati Bandung
“Pak Bupati sudah melaksanakan tugasnya menyampaikan apa yang diinginkan masyarakat. Perjuangannya Pak Bupati dan Wakil Bupati sangat panjang saya lihat,” kata KDM.
Ia mengungkapkan bahwa perjuangan Rudy Susmanto tak hanya saat aksi damai, namun juga beberapa kali memintanya untuk dapat bertemu.
Hanya saja, lanjut KDM, permintaan pertemuan itupun ia tolak demi menjaga integritas dirinya atas sistem yang tengah digodoknya saat ini.
Baca juga: Ngatiyana Ingatkan Warga Pembayaran Pajak jadi Modal Pembangunan Kota
“Untuk sementara ini saya tidak memenuhi pertemuan itu, karena saya menjaga integritas diri saya bahwa seluruh putusannya dilakukan berdasarkan sistem,” tegasnya.
KDM juga menegaskan bahwa dalam sistem yang sedang dibuat tersebut tak hanya mengatur masyarakat pekerja tambang, namun juga warga Parung Panjang yang dilalui jalur tambang.
Menurutnya, puluhan ribu warga yang terlewati kendaraan tambang di sepanjang jalur Parung Panjang juga harus mendapatkan perlindungan.
Baca juga: Disdik Jabar Tepis Isu Penutupan SMKN 1 Rancabali
“Masyarakat yang dilewati juga harus dilindungi agar nyaman bersekolah, nyaman bepergian ke kantor, ke Rumah Sakit, dan nyaman berdagang, itu jumlahnya juga puluhan ribu,” imbuhnya.
Ia memberikan contoh masyarakat yang bekerja di Jakarta harus mengalami penderitaan lamanya perjalanan pergi dan pulang.
Tak sedikit diantara mereka harus pulang hampir tengah malam dan berangkat lagi di pagi hari karena kondisi jalan Parung Panjang.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Jabar Lampaui Nasional, Menkeu Purbaya Puji KDM: Gubernurnya Canggih
“Masyarakat mengalami depresi, yang meninggal sudah berapa? Seluruhnya sudah ditangani oleh gubernur. Yang meninggal kita santuni, yang sakit kita obati,” bebernya.
Selama ini seluruh risiko dan dampak dari aktivitas tambang di Bogor, menurutnya menjadi beban Pemprov jabar. Termasuk pembangunan ruas jalan sampai perbatasan Provinsi Banten.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga mengatakan, jika operasional tambang kembali dibuka, maka jalur yang akan digunakan masih wilayah Parung Panjang.
Baca juga: Jembatan Gantung Diresmikan, Bupati Bandung: Hadiah Bagi Masyarakat
Maka penderitaan akan kembali dialami masyarakat Parung Panjang, yang pada akhirnya aksi demo akan kembali terjadi.
“Kalau dibuka, mau tidak mau harus lewat Parung Panjang. Nanti protes lagi yang Parung Panjang, demo lagi. Ini kan harus diambil jalan tengah, bagaimana keduanya berjalan,” ujarnya.***(Heryana)






























