Kabupaten Bandung – Peringatan akan datangnya fenomena El Nino menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengantisipasi sejumlah persoalan yang menjadi dampaknya, tak terkecuali kekeringan.
Pemkab Bandung mulai melakukan identifikasi kawasan yang potensial terjadi kekerigan akibat fenomena El Nino, untuk segera dilakukan langkah antisipasi.
Salah satu wilayah yang dianggap rawan terjadi kekeringan sebagai dampak dari El Nino di Kabupaten Bandung, diantaranya Kecamatan Kutawaringin.
Baca juga: Termasuk Wayang Golek, Bupati Hapus Sejumlah Acara Peringatan HUT Kabupaten Bandung
Di wilayah ini, Pemkab Bandung bersama Kementerian Pertanian (Kementan RI) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Pada Jumat (17/4/2026).
Monev bertujuan merumuskan mitigasi yang tepat, untuk mempertahankan produksi pertanian jika terjadi kekeringan.
Melansir kabar Diskominfo Kabupaten Bandung, Bupati dan perwakilan Kementan juga melangsungkan pembahasan seputar langkah konkret yang akan dilakukan agar kekeringan tak menghambat produksi pangan.
Baca juga: Pers Indonesia Berduka, Sekjen PWI Zulmansyah Tutup Usia
Bagaimanapun juga, stabilitas produksi pertanian akan sangat memengaruhi ketahanan pangan di daerah.
Sejak beberapa waktu terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung sempat menyebut periode musim
kemarau tahun ini diprediksi lebih kering.
Sementara hasil analisis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menunjukkan adanya potensi kemunculan El Nino.
Baca juga: Bandung Bedas Expo 2026, Keriaan di Tengah Duka Bencana Kabupaten Bandung
Periode yang paling perlu diwaspadai dari munculnya El Nino yakni pada April sampai dengan Oktober 2026.
Dengan melakukan angkah kolabotratif tersebut, Pemkab Bandung berharap mitigasi dapat efektif mengantisipasi kekeringan yang berpotensi terjadi.***(Heryana)




























