Kota Bandung – Nama Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E,M.M. berhasil menarik perhatian publik dengan julukan Jenderal Santri.
Rasa penasaran publik kemudian memunculkan pertanyaan “siapakah sebenarnya Jenderal Santri ini?”.
Julukan unik tersebut ternyata merujuk pada aktivitas masa kecil Kosasih yang selalu tak jauh dari kehidupan masjid, ketika ia juga menjadi seorang marbot sejak SMP.
Baca juga: Walhi Jabar Soal Keberadaan Industri di Cimahi: Menguntungkan Siapa?
Latar belakang lingkungan keluarga yang religius juga membentuk Kosasih kecil sebagai anak yang baik, bersahaja, dan taat agama.
Putra dari pasangan almarhum H. Jufran Efendi yang merupakan seorang ustadz dan almarhumah Hj. Siti Khadijah itu lahir pada 2 April 1971 dan dieri nama Kosasih.
Sebuah nama khas orang Sunda, yang diharapkan orang tuanya kelak dapat berbakti kepada orang tua, masyarakat, bangsa,dan negara.
Baca juga: Jalan Cikembar-Jampang Tengah Rusak Parah, Dishub Jabar Siap Sanksi Perusahaan Truk Tambang
Namun hal menarik juga muncul dari pemberian nama tersebut. Konon nama Kosasih terinspirasi dari sosok Pangdam III Siliwangi periode 1958-1960 yang bernama R.A.Kosasih.
Sosok Pangdam saat itu yang berwibawa, namun tetap bersahaja, merakyat, serta menjadi panutan, rupanya menjadi doa yang disematkan Jufran Efendi dan Siti Khadijah kepada putranya.
Kedua orang tua Kosasih dapat membuktikan bahwa nama adalah sebuah doa bagi anaknya, dan doa itu akhirnya terkabul.
Baca juga: Ribuan Botol Minuman Beralkohol Disita Satpol PP Kota Bandung di Kawasan Monpera
Aak keempat dai enam bersaudara itu sebelumnya diharapkan Jufran dan Siti dapat melanjutkan pendidikan di IAIN Jakarta, agar kelak dapat menjadi ustadz (guru) seperti orang tuanya.
Masa kecil Kosasih hingga kelas 5 Sekolah Dasar memang dihabiskan di kampung halaman. Namun selebihnya ia melanjtkan pendidikan di Jakarta karean mengikuti orang tua.
Selain menjadi marbot masjid, berbagai aktivitas dilakukan kosasih demi membantu ekonomi keluarga. Dari menjadi kuli toko banguan, hingga berjualan es mambo dan TTS (teka teki silang) ia jalankan hingga lulus SMA.
Baca juga: Hujan dan Truk Bertonase Tinggi Sebabkan Jalan di Margaasih Alami Retak
Hingga tibalah sebuah pengalaman yang menjadi titik balik Kosasih terpikir untuk menjadi seorang prajiurit TNI, yakni pengalaman yang menyentuh nurani.
Suatu malam, sepulang dari masjid, ia mampir untuk makan di warung mie ayam “Pak Yanto” yang berada di belakang masjid Al-Falaq.
Saat itu ia melihat seorang anggota TNI yang selesai makan mie ayam. Alih-alih membayar, anggota tersebut justru bertindak arogan dengan menancapkan sangkurnya di atas gerobak mie ayam.
Baca juga: Wujudkan Pernikahan Impian di Bandung, Hotel Bumi Siliwangi Hadirkan Promo Hemat Mulai Rp11 Juta
Dalam situasi yang masih membuatnya kaget, Kosasih seketika mengucap harapan jika kelak dirinya menjadi tentara bisa memperbaiki akhlak mereka.
Sampai pada akhirnya Kosasih mendaftarkan diri sebagai calon tentara. Hal itu ia lakukan secara diam-diam, tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Saat itu diriya pun tak mengetahui jenis pendidikan tentara yang ia pilih. Seluruh formulir pendaftaran ia isi sendiri termasuk menandatangani kolom orang tua.
Baca juga: Dankodiklatad Hadiri Grand Opening Tedja Coffee 5.0: Jadi Ruang Positif Komunitas
Ia khawatir orang tuanya yang menginginkan dirinya menjadi seorang ustadz justru tak mengizinkan menjadi prajurit.
Kedua oang tuanya baru mengetahui setelah Kosasih dipastikan mengikuti seleksi AKABRI Tingkat Pusat di Magelang dan dinyatakan lulus AKMIL pada 1993.
Kosasih juga menyelesaikan pendidikan dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1999, dan berhasil menyelesaikan gelar Magister (S2) pada 2025.
Baca juga: Revitalisasi Jadi Cara Polresta Bandung Pertahankan Nilai Sejarah dan Fungsi Jembatan Leuwi Kuya
Kedua gelar akademik trsebut menguatkan fondasi Kosasih sebagai seorang yang tak hanya cakap dalam ilmu kemiliteran, hingga mencapai puncaknya sebagai seorang Perwira Tinggi.
Maka, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., bukan sekadar gelar formalitas, melainkan penegasan atas perjalanan panjang pengabdian, kompetensi, dan integritas seorang Jenderal di Tanah Siliwangi.
Sebagai informasi, karir kemiliteran Kosasih makin cemerlang usai menempuh pendidikan Akmil yang lulus pada 1993. Beberapa pendidikan lain di antaranya:
Baca juga: Cetak Sejarah, Mentan Amran Sulaiman Sebut Stok Beras Nasional Tembus Lima Juta Ton Lebih
1. SESSARCAB INFANTERI (1994)
2. SUSLAPA INFANTERI (2000)
3. SESKOAD (2007)
4. SESKO TNI (2018)
5. LEMHANNAS RI (2021)
Selain itu, Kosasih juga memantapkan keilmuanya dengan mengkuti sejumlah kursus kemiliteran seperti sniper, hingga kursus bahasa Inggris dan Perancis.
Kini, Kosasih tampil sebagai sosok penting di tubuh TNI. Perjalanan panjang dan perjuangan hidupnya membawa ia menjadi pemimpin, sekaligus sebagai panutan bagi seluruh prajurit.
Baca juga: Ratusan Pelari Trail Siap Taklukan Gunung Patuha dalam Java Mountain Marathon
Kosasih mendapat anugerah seorang istri yang setia bernama Asri Wiraningsih. Dari pernikahan keduanya dianugerahi dua putri yang diberi nama Alfia Tasya Karisa dan Adelia Naila Karisa.
Mayjen TNI Kosasih dikenal sebagai sosok yang penuh disiplin, tegas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap prajurit.
Sejumlah jabatan stratgis yang pernah diembannya menjadikan sosok Kosasih sebagai seorang yang paham secara mendalam soal karakter prajurit dan dinamika lapangan.
Baca juga: Bebenah Kembalikan Wibawa Bandung Sebagai Ibu Kota Provinsi, KDM Soroti Sejumlah Persoalan
Jabatan Pangdam III Siliwangi ke-47 menjadi puncak kepercayaan institusi TNI terhadapnya. Ia dilantik sebagai pengendali tertinggi di Kodam III Siliwangi pada 31 Juli 2025.
Beberapa jabatan penting yang diemban Kosasih sebelumnya:
1. DANREM 062/TARUMANEGARA KODAM III/SILIWANGI
2. Kepala Biro Kepegawaian SETJEN KEMHAN
3. Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan
4. Sekretariat Militer Presiden Kemsetneg RI
Kosasih juga pernah berdinas di lingkungan Istana Kepresidenan pada 2001-2007, untuk mengawal Presiden dan Wakil Presiden RI.***(BS)






























