Kabupaten Sumedang – Jauh sebelum dijadikan taman hutan raya (Tahura), Gunung Kunci merupakan sebuah tempat yang dibangun oleh tetara kolonial Belanda sebagai pos pmantauan mereka terhadap situasi di sekitar.
Tak ayal jika di gunung dengan luas 3,2 hektar itu pun terdapat lorong bawah tanah atau bahkan bunker untuk penunjang aktivitas pemantauan yang dilakukan tentara kolonial Belanda di Gunung Kunci waktu itu.
Kini, Tahura Gunung Kunci menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Sumedang yang menawarkan pesona hutan alam dengan seudang sejarah yang tersimpan di dalamnya.
Baca jua: Ono Surono Penuhi Panggilan KPK Kaitan Kasus Ijon Proyek Kabupaten Bekasi
Lokasinya yang berada di pusat kota Sumedang membuat Tahura Gunung Kunci selalu ramai dikunjungi wisatawan tak hanya dari wilayah sekitar melainkan juga dari berbagai kota di Indonesia karena kemudahan akses.
Hutan yang terjaga dengan sangat baik menjadi tujuan utama setiap yang ingin mendapatkan berkah alam berupaudara yang segar dengan pemandangan memanjakan mata.
Sejumlah wisatawan bahkan tak lepas dari kamera untuk mengabadikan setiap spot yang ada di dalamnya. Terlebih kini Tahura Gunung Kunci semakin menarik dengan beberapa spot cantik setelah dilakukan pembenahan.
Baca juga: Situ Sengon, Kisah Lahan Eks Galian Bertransformasi Jadi Destinasi Nan Indah
Pepohonan yang menjulang tinggi dengan beragam vegetasi alami juga tak luput dari pandangan mata dan tangan-tangan terampil untuk mengabadikannya dalam beberapa jepretan kamera.
Seorang pengunjug asal Bandung bernama Adela (34) mengaku terkesan dengan keberadaan Tahura Gunung Kunci. Menurutnya, ini merupakan tempat yang memberi banyak manfaat bagi pengunjungnya.
“Jelas banyak sekali manfaatnya, cuma di sini kita bisa dapat udara yang sangat segar, terus kita juga bisa banyak belajar sejarah dari peninggalan zaman dulu yang masih ada sampai sekarang, tempatnya asik pokoknya,” ungkapnya.
Baca juga: Land Rover Club Bandung Gabungkan Petualangan dan Aksi Lingkungan dalam Liwet 5
Menilik pada bagian aksesiiitas, Tahura Gunung Kunci kekinian cukup nyaman bagi pengunjung yang ingin berkeliling di sekitarnya dengan menyusuri jalan berupa susunan batu yang rapi dan aman.
Tak cukup disitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah melakkan berbagai pengembangan dilokasi, dengan tujuan memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung.
Lewat pengembangan tersebut, kini pengunjung bisa menikmati suasana alam Gunung Kunci sambil menikmati secangkir kopi atau teh hangat serta camilan yang disediakan Cafe Kunci.
Baca juga: Prihatin Atas Kondisi Prasarana Disdamkar, DPRD Kabupaten Bandung Janji Dorong Tambah Anggaran
“Betul bahwa kami lakukan pengembangan dengan membangun beberapa amnenity penunjang yang tentunya dengan tetap memerhatikan konservasi sebagai landasan tujuan utama kami,” kata Kepala DLHK Kabupaten Sumedang Maman Wasman, Kamis (15/1/2026).
Amenitas, lanjut Wasman, dibangun semata untuk menunjang kebutuhan para pengunjung agar merasa lebih nyaman sekali mempermudah mereka saat menikmati kegiatan wisata di Gunung Kunci.
Amenitas dibangun dalam beberapa waktu terakhir diantaranya sarana olah raga (SOR) berupa lapangan dan jogging track yang selalu dikunjungi ratusan warga untuk berolahraga setiap pagi dan sore hari.
Baca juga: Polres Cimahi Amankan Tersangka Customer Service Tujuh Situs Judi Online
Sesuai tujuannya sebagai penunjang kebutuhan masyarkat, SOR dibangun tidak pada area inti dari Tahura, melainkan berada di bagian bawah dari Gunung Kunci, namun menjadi satu kesatuan destinasi wisata.
“Kafe juga juga dibangun tidak mengganggu area Tahura, ini kami lakukan dengan seperangkat regulasi yang ketat menjaga tahura sendiri sebagai kawasan konservasi. Total amenity ini kurang dari 10 persen luas area tahura,” jelasnya.
Keberadaan fasilitas dan sarana pendukung tersebut nyatanya efektif dalam meningkatkan minat masyarakat berswisata ke Tahura Gunung Kunci, peningkatan capaian retribusi menjadi indikatornya.
Baca juga: Nekat Edarkan Narkoba, Seorang Satpam Pemkot Cimahi Ditangkap Polisi
“Ahamdulillah, setelah kita bangun segala amenitasnya, retribusi kita naik 10 persen dari total target yang ditetapkan. Komitmen kami menjaga dengan baik dan mengembangkannya, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat lebih luas,” pungasnya.
Berkunjung ke Tahura Gunung Kunci bisa memberikan pengalaman istimewa jalan-jalan sehat di tengah hutan yang alami hanya dengan merogoh kocek 10 ribu rupiah.***(Heryana)































