Pemkab Bandung Siapkan Eks RSUD Soreang Jadi Gedung SMPN 5 Soreang

Bandung Raya671 Dilihat

Kabupaten Bandung – Kabar gembira untuk siswa SMPN 5 Soreang, disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Asep Kusuma saat menghadiri kunjungan kerja Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang meninjau gedung permanen Sekolah Rakyat, Selasa (20/10/2026).

Siswa SMPN 5 Soreang yang selama ini menggunakan gedung SD Cibiru, akan segera menempati gedung baru, yakni bekas rumah sakit umum daerah (RSUD) Soreang yang berlokasi Tak jauh dari alun-alun Soreang.

“SMPN 5 ini kan sudah berjalan kurang lebih empat tahun, jadi tahun ini sudah meluluskan satu angkatan. Sampai saat ini masih menggunakan gedung SD Cibiru,” kata Asep Kusuma.

Baca juga: 11 Negara ASEAN Satukan Langkah Hadapi Tantangan Teknologi

Asep bilang, pihaknya kini tengah mengupayakan agar gedung bekas RSUD Soreang yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dapat dioptimalkan menjadi gedung SMPN 5 Soreang yang lebih representatif. Gedung tersebut dinilai masih sangat layak digunakan.

Ia menjelaskan, konstruksi gedung eks RSUD Soreang masih sangat layak, mengingat kepindahan layanan RS tersebut ke RSUD Otista bukan juga bukan karena kondisi gedung yang tidak baik.

“Dari sisi konstruksi memang masih sangat layak, karena saat pindah ke RSUD Otista, RS Soreang kan masih dalam keadaan berfungsi,” jelasnya.

Baca juga: Absen di Acara Presiden Prabowo, Dedi Mulyadi Pilih Fokus Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai

Menurutnya, Disdik Kabupaten Bandung tinggal melakukan penataan serta pembenahan (layout) setiap ruangan serta fungsinya, baik ruang pembelajaran, ruang guru, serta sejumlah fasilitas lainnya.

Pada anggaran perubahan 2026, Asep memastikan pihaknya akan melakukan penataan berupa tiga Unit ruang kelas, satu unit ruang guru, serta satu unit ruang laboratorium. kendati demikian, Asep mengatakan masih melakukan penghitungan total berdasarkan DED (Detail Engineering Design).

“Mudah-mudahan SMPN 5 Soreang itu dalam kelas Prototype yang optimal. Nantinya maksimal bisa di 33 ruang kelas tapi tentu secara bertahap karena memang jumlah lulusan dan daya tampung sekolah negeri dan sekolah swasta di kecamatan Soreang secara keseluruhan masih harus kita penuhi keseimbangannya,” imbuhnya.

Baca juga: KDM Minta Warga Ikut Padamkan Kebakaran Gunung Ciremai, Upah dan Bonus Disiapkan

Dari seluruh kegiatan yang dilakukan Disdik saat ini, Asep menekankan hal yang dianggap paling penting, yakni mengoptimalkan daya tampung sekolah negeri maupun swasta terhadap jumlah lulusan Sekolah Dasar di Kecamatan Soreang.

“Masih ada anak-anak di Kecamatan Soreang bersekolah ke kecamatan Margahayu dan Katapang. Intinya bahwa Pemerintah akan memperkuat keberadaan sekolah negeri sekaligus menjaga keberadan sekolah swasta, bahkan termasuk melalui jalur pendidikan informal dalam hal ini KBM. Intinya tagline “semua harus sekolah” ini didekati dengan berbagai strategi,” ujarnya.***(BS)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *