Gubernur Jabar dan Kemhan RI Tindakanjuti Rencana Kerjasama Pengelolaan BIJB Kertajati

Jawa Barat110 Dilihat

Kabupaten Majalengka – Rencana pemanfaatan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) kertajati oleh pemerintah pusat kembali dibahas saat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bertemu dengan pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan RI) di bandara tersebut..

Sesuai rencana sebelumnya, bandara terbesar kedua di Indonesia itu akan digunakan sebagai tempat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat. Pertemuan itu kata Dedi Mulyadi atau KDM merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Lembur Pakuan.

Secara garis besar, BIJB Kertajati akan dikelola dalam sebuah kerja sama strategis, dimana bandara tersebut menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri.

Baca juga: Wagub Jabar Apresiasi Penyelenggaraan Combat Sport Byon Madness 5 di Bandung

“Secara prinsip dasar bahwa negara itu tidak ada pemisahan-pemisahan, semuanya adalah satu kesatuan. Tetapi dari aspek sisi administrasi, kita memiliki aspek pertanggungjawaban administrasinya masing-masing. Memiliki aset tercatatnya masing-masing. Memiliki utang piutangnya masing-masing,” kata KDM, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, kerja sama akan dilakukan dengan tidak berpikir komersial, karena dengan berbagai aktivitas kedirgantaraan kelak BIJB akan secara otomatis tumbuh siklus ekonomi, terutama berbasis industri kedirgantaraan.

“Tahap pertama kita berpikir PTDI ada di sini kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini,” tuturnya.

Baca juga: Seribu ASN Kabupaten Bandung Diduga Masih Terlibat Judol, Bupati: Ini Keterlaluan

KDM optimis hal itu akan terjadi, karena aktivitas di BIJB tak hanya melibatkan unsur dalam negeri, tetapi juga antar negara yang dengan sendirinya akan muncul kebutuhan yang bersifat komersial .

Kendati demikian, ia mengatakan jika kesepakatan kerja sama pengelolaan BIJB Kertajati akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Sementara menurut Kepala Badan Logistik Pertahanan, Kemhan RI, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, langka kerja sama pengelolaan BIJB telah disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang disambut respons positif.

Baca juga: Kapolresta Bandung Hadiri Pameran Alutsista HUT ke81 TNI di Soreang

Kerja sama akan mulai ditandai dengan berpindahnya sekolah penerbang TNI AU, sekaligus dengan mess. Pihaknya juga akan memindahkan Skuadron Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma, jakarta, ke BIJB Kertajati

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) disebut Yusuf juga akan segera hadir di BIJB, termasuk rekanan yang selama ini bekerja sama dengan BUMN tersebut.

“Kami berharap di bulan Januari pembangunannya. Sekolah penerbangan November atau Desember jika diizinkan, agar ada kegiatan,” unkgkap Yusuf.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *