Siaga 24 Jam, Dinkes Jabar Sebut Tak Ada Keluhan Kesehatan Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Jawa Barat64 Dilihat

Kota Bandung – Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau sempat dikhawatirkan berdampak pada munculnya keluhan masyarakat akan kesehatan mereka.

Namun hingga Selasa (8/9/2026) sore, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat belum menerima laporan adanya masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat sebaran abu vulkanik gunung Anak Krakatau.

Padahal menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Raden Vini Adiani Dewi, pihaknya bersama jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota senantiasa dalam posisi siaga 24 jam.

Baca juga: Bupati Bandung: Percepatan Proses Perizinan Tumbuhkan Investasi dan Potensi Pendapatan Daerah

“Alhamdulillah belum ada laporan yang begitu terdampak nyata, baik itu keluhan dari mata, dari pernapasan yang dilaporkan kota/kabupaten,” ungkap Vini.

Nihilnya kasus kesehatan akibat paparan abu vulkanik diyakini Vini merupakan kondisi yang faktual. Pasalnya, Dinkes Provinsi dan seluruh kabupaten/kota selalu bersiaga dengan menerapkan sistem kewaspadaan kedaruratan dini responsif.

“Jadi, teman-teman (Dinkes kabupaten/kota) 1×24 jam melaporkan apabila ada peningkatan kasus. Kalau secara ekstrem belum ada laporan keluhan,” jelasnya.

Baca juga: Jembatan Pemkot Cimahi Dibuka, Terbukti Kurangi 60 Persen Kepadatan Jalur Nasional

Sistem tersebut menurutnya terbangun sejak adanya pandemi Covid-19. Pihaknya bersama 27 kabupaten/kota berkomitmen untuk tidak lengah terhadap potensi gangguan kesehatan masyarakat.

Komitmen tersebut juga menyepakati bahwa seluruh tenaga kesehatan di Jawa Barat harus siaga 1×24 jam. Manfaatnya, setiap ada peristiwa selalu mampu direspons dengan langkah cepat.

“Jadi, Pada dasarnya, ketika terjadi seperti bencana abu vulkanik, kita tinggal mengingatkan saja kepada teman-teman. Beberapa hal yang menyangkut masalah bidang kesehatan, terutama paru rasanya kita lebih siap,” kata Vini.

Baca juga: PKKMB Teknik Fisika Universitas Telkom Ingatkan Pentingnya Iptek Beriringan dengan Kepedulian Terhadap Lingkungan

Kesiapsiagaan bidang kesehatan di Jawa Barat, menurutnya juga berdampak pada cepatnya Dinkes di seluruh Jawa Barat menyebarkan informasi kepada masyarakat. Terutama dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit dan dampaknya.

Vini bilang, respons fenomena abu vulkanik yang dilakukan pihaknya bahkan lebih cepat dari edaran yang diterimanya dari Kementerian Kesehatan RI.

“Ketika kemarin terjadi, otomatis sebelum kementerian kesehatan menyampaikan surat edarannya, kita sudah mengingatkan kota/kabupaten. Alhamdulillah seperti Depok, Bogor langsung responsif,” sambungnya.

Baca juga: Pariwisata Indonesia Tumbuh, Menteri Pariwisata Ingatkan Tantangan SDM di Era AI

Menurutnya, respons cepat bahkan dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau. Melalui kanal YouTube-nya, gubernur langsung memberikan imbauan, terutama dalam menjaga siswa dengan pembatasan kegiatan di luar rumah.

“Sekarang alhamdulilah setiap ada sesuatu yang akan mengancam jiwa, terjadinya pandemi, endemi, kita semua di provinsi dan di 27 kota/kabupaten tinggal share di WA group poin yang sudah kita kondisikan dan siapkan,” ungkap Vini.

Menghadapi kemungkinan paparan abu vulkanik, Kadinkes Jabar itu mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) layaknya saat terjadi pandemi, yakni dengan melindungi saluran pernapasan.

Baca juga: Satnarkoba Polres Cimahi Gerebek Rumah Produksi Tembakau Sintetis di Batujajar, Barang Bukti 150 Kilogram Diamankan

Penggunaan masker dan sejenisnya menjadi hal penting dilakukan untuk mencegah terhirupnya udara bercampur abu vulkanik. Namun Vini megingatkan bahwa pengurangan aktivitas di luar ruangan menjadi hal utama.

“Kita perhatikan kemarin sebelum ditetapkan bahwa abu vulkanik itu sampai ke Bandung, saya perhatikan di jalanan banyak yang sudah pakai masker. Ketika masyarakat sudah mandiri dalam hal kesehatan, maka itulah sebetulnya keberhasilan di bidang kesehatan,” pungkasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *