PDAM Purwakarta Siap Pasok Kebutuhan BDx Data Centers, Direktur: Keuntungan untuk Tingkatkan Layanan

Jawa Barat81 Dilihat

Kabupaten Purwakarta – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Purwakarta mendapatkan rejeki nomlok dari kehadiran perusahaan infrastruktur digital BDx Data Centers di kawasna Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Pasalnya, BDx Data Center diketahui memerlukan pasokan air dari PDAM Purwakarta dalam jumlah yang cukup banyak, hampir menyamai jumlah kebutuhan masyarakat di Kabupaten Purwakarta, yakni 384 liter per detik.

Menurut keterangan Direktur PDAM Gapura Tirta Rahayu Purwakarta Riana Afriadi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kebutuhan air BDx Data Center itu dipastikan akan dipasok pihaknya.

Baca juga: Dua Hari Menjabat, Kapolresta Bandung Turut Atur Lalu Lintas Pagi Hari

Bahkan Riana mengatakan kepastian tersebut telah dituangkan dalam sebuah kontrak kerja sama selama kurun waktu 10 tahun. PDAM akan memenuhi kebutuhan air BDx Data Centers.

“Berarti pengeluaran air untuk BDx hampir sama dengan yang dikirim ke masyarakat. Berarti sirkulasi keuangan PDAM naik dua kali lipat dengan potensi tidak usah ditagih dan macet. Peningkatan keuangan itu untuk peningkatan kualitas pelayanan,” kata Gubernur Dedi Mulyadi, Senin (28/9/2026).

Menanggapi pernyataan gubernur, Riana menyampaikan bahwa tambahan keuntungan dari kerja sama dengan BDx itu akan digunakan untuk peningkatan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat.

Baca juga: Benarkah Kehadiran BDx Data Centers Ganggu Pasokan Air untuk Warga Purwakarta? KDM Cecar PJT

Dikatakan Riana, saat ini PDAM Gapura Tirta Rahayu Purwakarta memiliki tiga SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum). Sayangnya, kondisi ketiga SPAM tersebut sudah harus diperbaiki jika layanan ingin lebih optimal.

“Kami punya tiga SPAM, jika diperbaiki diperlukan sekitar Rp800 miliar,” ungkap Riana.

Kebutuhan anggaran yang sangat besar itu menurutnya akan disiasati melalui kerja sama dengan pihak swasta secara B to B (Business to Business).

Baca juga:Diskominfo Apresiasi PWI Kabupaten Bandung Selenggarakan Seminar Artificial Intelligence

“Kebetulan setelah ada kesepakatan kontrak dengan BDx, kita sudah menyiapkan calon mitra kerja sama dengan baik. Konsepnya bukan pinjam uang pakai bunga, sifatnya B to B dengan konsep BOT (Build Operate Transfer),” jelasnya.

Kehadiran perusahaan infrastruktur digital BDx Data Centers (CGK4 atau AI Campus 2) di Kawasan Jatiluhur menjadi sorotan publik setelah diketahui operasionalnya akan memerlukan air dalam jumlah yang sangat banyak.

Sejumlah pihak kemudian khawatir pemenuhan kebutuhan perusahaan dengan nilai investasi mencapai Rp3,5 triliun itu akan mengganggu pasokan air bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk pertanian.

Baca juga: Kombes Tri Suhartanto Gantikan Kombes Aldi Subartono Pimpin Polresta Bandung

Namun dalam pertemuan tersebut, Dirut PJT II Imam Santoso memastikan pemenuhan kebutuhan air BDx tak akan mengganggu kuota masyarakat yang menurutnya hingga saat ini masih tersisa sangat banyak.

“3.000 liter per detik dialokasikan untuk Purwakarta, saat ini baru dipakai 11 persen atau 348 liter per detik,” kata Imam.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *