Matangkan Rencana Ubah Bedeng Jadi Homestay, Dedi Mulyadi: Mereka Akan Dididik Kepariwisataan

Jawa Barat60 Dilihat

Kabupaten Bandung – Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membangun rumah masyarakat di Perkebunan menjadi homestay kembali disampaikan dalam kegiatan di Cisanti, hulu Sungai Citarum , Sabtu (26/9/2026).

Dikatakan Dedi Mulyadi, rencana tersebut merupakan salah satu strategi dirinya menyelesaikan kemiskinan di wilayah perkebunan yang umumnya berada di bagian selatan Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung, Cianjur, serta Garut.

“Mudah -mudahan tahun depan kita massifkan, seluruh rumah rakyat miskin yang ada di wilayah pekebunan seperti Pangalengan, Malabar, Ciwidey, semuanya saya akan bangunkan rumahnya dan mereka akan dididik kepariwisataan,” kata Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Baca juga: KDM Akan Ambil Alih Pengelolaan Lahan PTPN dan Perhutani Jadi Strategi Selesaikan Kemiskinan Petani

Rumah para petani di perkebunan yang biasa disebut bedeng akan dibangun ulang menjadi homestay yang bisa digunakan wisatawan menginap ketika berlibur ke kawasan wisata perkebunan.

Kehadiran homestay yang dikeola langsung oleh warga setempat, menurut KDM akan menjadi aternatif pilihan wisatawan selain memilih cottage atau villa untuk mereka bermalam.

Dengan menyewakan rumah (homestay), para petani akan mendapat penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mengingat penghasilan mereka dari bekerja memetik teh selama ini sangat minim.

Baca juga: Inilah Jalan Alternatif Situ Ciburuy-Cihaliwung, Harapan Warga yang Direspons DPRD

Sebelumnya KDM sempat mengunjungi salah satu pekampungan petani perkebunan dalam sebuah kegiatan touring. Rencananya kampung para petani itu akan ia sulap menjadi sebuah destinasi wisata layaknya kampung adat.

Ia sempat menegaskan bahwa seharusnya pariwisata jatuh ke tangan warga, bukan kepada para pemilik modal yang tidak mengubah kehidupan warga sekitar lokasi perkebunan menjadi lebih sejahtera.

Sementara itu, dalam kegiatan di Cisanti KDM juga sempat menyampaikan keinginannya untuk menghijaukan kembali Jawa Barat, terutama wilayah hulu sungai Citarum, yakni Gunung Wayang.

Baca juga: Pangdam III Siliwangi Minta Lomba Domino HUT TNI Perkuat Silaturahmi Prajurit

“Karena saya memimpin di Jawa Barat dalam lima tahun ini tidak ada arti kalau tidak menghijaukan Provinsi Jawa Barat. Membangun jalan bagi saya mudah, bangun sekolah mudah, tapi yang berat bagi diri saya adalah menghijaukan gunung dan hutan,” ungkapnya.

Untuk itu ia berkomitmen mengalokasikan anggaran khusus, diperuntukan bagi pengelolaan hutan di Jawa Barat. Nilai yang harus disiapkan memang cukup besar, yakni diperkirakan mencapai Rp150 miliar.

Anggaran tersebut menurutnya akan digunakan untuk beberapa komponen, termasuk yang terbesar yaitu komponen pengadaan bibit dan upah bagi para petani yang akan menjaga dan merawat hutan.

Baca juga: Kirab Budaya Pesona Nusantara, Cara Unik Kecamatan Andir Peringati HJKB ke-216

Dalam kesempatan itu, KDM juga menyampaikan rencananya akan menutup Gunung Wayang demi menjaga ekosistem di dalamnya dari campur tangan manusia.

“Saya meyakini harimau itu ada, cuma mereka tidak mau keluar karena di luarnya masih berbahaya bagi diri mereka. Kalau luarnya ditutup, mereka merasa nyaman, mereka hidup dan beranak pinak,” ujarnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *