Inilah Jalan Alternatif Situ Ciburuy-Cihaliwung, Harapan Warga yang Direspons DPRD

Bandung Raya39 Dilihat

Bandung Barat – Harapan dan keinginan warga Desa Ciburuy untuk mewujudkan jalan alternatif Situ Ciburuy-Cihaliwung telah mendapatkan respons dari Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Respons tersebut terungkap dari audiensi yang dilakukan sejumlah tokoh masyarakat Desa Ciburuy bersama Komisi III DPRD Bandung Barat pada Rabu (23/9/2026) lalu.

Warta Pajajaran memantau langsung ke lapangan yang menjadi lokasi titik awal jalan alternatif yang diinginkan warga. Mereka menyebutnya jalan Cuhcur-Curug Ateng.

Baca juga: Pangdam III Siliwangi Minta Lomba Domino HUT TNI Perkuat Silaturahmi Prajurit

Dari pantauan, jalan yang diinginkan warga saat ini memang merupakan jalan dari Desa Bojongkoneng yang tembus ke Desa Ciburuy, tepat di samping Situ Ciburuy sebelah timur.

Jalan tersebut merupakan akses warga Kampung Cihampelas, Desa Bojongkoneng menuju kampung Cuhcur yang berdekatan dengan Situ Ciburuy. Lebar jalan cukup memadai utuk dilalui kendaraan roda empat. Hanya saja, menjelang Situ Ciburuy akses terhalang tiang listrik, sehingga hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas.

Ketua Forum Masyarakat Cinta Ciburuy (Formacib) Agus Ajhe mengatakan, saat ini warga dari tiga RW di Desa Ciburuy, tengah memperjuangkan agar tiang listrik tersebut dipindahkan untuk memperlebar jalan.

Baca juga: Kirab Budaya Pesona Nusantara, Cara Unik Kecamatan Andir Peringati HJKB ke-216

“Sebetulnya memang hanya mungkin sekitar 300 meter dari mulut jalan di Situ Ciburuy yang memerlukan perlakuan, termasuk memindahkan tiang listrik yang mempersempit akses,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain tiang listik dan provider yang harus digeser, di titik tersebut juga harus dilakukan pelebaran jalan agar tidak mengganggu Tersier Air yang disebut warga dengan nama Curug Ateng itu.

Melalui sedikit pelebaran jalan, warga berharap seluruh infrastruktur di titik tersebut kembali berfungsi dengan baik. Jalan bisa dilalui mobil, sementara tersier air bisa kembali mengairi Situ Ciburuy.

Baca juga: Sekda Jabar Teken Kerja Sama Perluasan Akses Pembiayaan Bagi Peternak Ayam Petelur Bersama OJK

“Betul sekali, jalan ini tak bisa masuk mobil karena adanya tiang listrik dan wifi ini. Selama ini hanya motor yang bisa lewat, padahal sekitar 200 meter dari sini sudah bisa masuk mobil bahkan truk engkel,”ujarnya.

Agus juga menceritakan harapan warga soal pembanguanan jalan aternatif tersebut. Menurut mereka, jalan Curug Ateng-Cuhcur bisa mengurangi beban kemacetan di jalan Bandung-Cianjur atau tepatnya di depan Situ Ciburuy.

Jika terealisasi, sebagian kendaraan dari arah Cianjur menuju Bandung bisa melalui jalur alternatif tersebut untuk keluar di jalan Bandung Purwakarta, sekitar 300 meter dari stasiun Kereta Cepat Whoosh, Padalarang.

Baca juga: Herman Suryatman Pimpin Rakor Asisten Ekbang se-Jabar: Kerja Lebih Terukur dan Substantif

Dengan demikian, beban kemacetan dan volume kendaraan dari Situ Ciburuy hingga Tagog Padalarang dapat berkurang.

“Kalau disimpulkan, permintaan warga yang kami sampaikan kemarin kepada Dewan itu setidaknya ada tiga, yaitu digesernya tiang listrik dan wifi, pembuatan jalan alternatif Cuhcur-Curug Ateng, juga reaktivasi tersier air,” jelas Agus.

Menurutnya, pertemuan warga dengan Komisi III DPRD Bandung Barat saat itu menunjukkan adanya respons positif dari lembaga legislatifterhadap aspirasi masyarakat Desa Ciburuy.

Baca juga: Hadiri Haornas, KDM Ajak Masyarakat Berolahraga Rutin Jadikan Tubuh Tetap Sehat

Ketua Komisi III Phiter Tjuandys, kata Agus Ajhe, berjanji dalam waktu dekat akan meninjau langsung ke titik lokasi sesuai yang diinginkan masyarakat.

“Mudah-mudahan saja dengan beliau turun dan menyaksikan langsung dilapangan semakin menguatkan respon DPRD untuk mengabulkan aspirasi kami,” harapnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *