Dedi Mulyadi Temui Pendemo Saat Hadiri Ulang Tahun Kabupaten Karawang

Jawa Barat32 Dilihat

Kabupaten Karawang – Ratusan mahasiswa menyampaikan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemda Kabupaten Karawang tepat disaat Pemda menggelar acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Karawang, Senin (14/9/2026)

Dalam aksi tersebut, ratusan pendemo mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani ruas jalan Badami-Loji, di wilayah Karawang Selatan. Mereka juga mengeluhkan kondisi jalur tersebut yang sangat memprihatinkan.

Kerusakan jalur Badami-Loji menurut mereka diperparah dengan lalu lintas kendaraan pabrik semen dengan tonase tinggi. Hal tersebut dipastikan memberi kontribusi kerusakan jalan dan memperparah.

Baca juga: Bulan Dana PMI Jadi Solusi Partisipatif di Tengah Keterbatasan Anggaran Pemerintah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menemui pendemo menjelaskan jika jalur Badami-Loji memang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Saya baru menjabat satu tahun enam bulan. Pada tahun pertama sudah ada pembangunan, tahun sekarang ada dua pembangunan yang pertama dibiayai oleh APBD Provinsi Jabar senilai Rp17 miliar. Kedua didanai oleh dana IJD (inpres Jalan Daerah) sebesar Rp45 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa dirinya sudah menghubungi Kementerian PU dan mendapatkan informasi jika terdapat kendala di pihak internal Kementerian PU dalam pembangunan jalan tersebut.

Baca juga: Ini Rencana Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan Pasca Gantikan Purbaya

Namun disaat demo berlangsung, KDM mengaku mendapatkan informasi bahwa Kementerian PU menyetakan siap untuk melanjutkan kembali pembangunan jalan Badami-Loji, anggarannya pun dinyatakan sudah tersedia.

Penjelasan tersebut tak lantas memuaskan ratusan peserta aksi, mereka menyampaikan keluhan soal kendaraan pabrik semen dengan tonase tinggi yang memberikan kontribusi terhadap kerusakan jalan tersebut.

“Saya yang pertama menutup tambangnya, setelah itu seluruh produksi turun. Saya kasih persyaratan waktu itu, saya bilang tambangnya saya buka, tapi jalannya dibangun ke arah pabrik. Kalau perusahaannya tidak menjalankan apa yang saya keluarkan oleh pemprov, saya tutup lagi,” tegasnya.

Baca juga: Tuai Keluhan Warga, Hari Ini Gubernur dan Pemkab Garut Bahas Alokasi Anggaran Pembangunan infrastruktur Jalan

Soal tonase, KDM mengatakan akan membangun jembatan timbang di area kelar pabrik semen. Timbangan tersebut akan mengukur batas maksimal bobot kendaraan sebelum keluar area pabrik dan meluncur di jalan.

“Mengenai tonase, saya orang yang sejak awal paling tegas urusan tonase di berbagai tepat. Lalu Badami-Loji disitu ada pabrik semen, jangan ngomong oligarki, karena bagi kita gak ada kaitan diri kita dengan pengusaha pabrik semen itu,” kata KDM.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *