Lebih dari 10 Tahun Sekolah Budi Bakti Utama Pertahankan Budaya Bebersih Situ Ciburuy

Bandung Raya261 Dilihat

Bandung Barat – Seyum ceria dan semangat terpancar dari para siswa SMP dan SMK Budi Bakti Utama, mengiringi ayunan tangan mereka yang meraih satu per satu sampah dan mengumpulkannya dalam wadah yang mereka bawa.

Ratusan siswa SMP dan SMK Budi Bakti Utama pada Jumat (25/9/2026) tersebar di beberapa titik area Situ Ciburuy. Dengan cekatan mereka memungut setiap sampah yang terlihat berada di lokasi.

Menurut Pembina Yayasan Budi Bakti Utama Drs. Warga Sudarlan, kegiatan opsih (operasi bersih) ternyata menjadi agenda rutin para siswa dari sekolah yang berada di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat itu.

Baca juga: Bupati Bandung Ungkapkan Keinginan Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Lewat Peningkatan SDM

“Kebetulan sekolah kami menghadap ke Situ Ciburuy, jadi wajar kami menggerakan anak-anak setiap ada waktu untuk ikut membersihkan lingkungan setempat, khususnya Situ Ciburuy. Digerakan lebih dari 10 tahun melalui kepala sekolah, bidang kesiswaan, dan guru-guru,” ungkap Sudarlan.

Dari 700 siswa di sekolah tersebut, Sudarlan membagi mereka dalam tim untuk diterjunkan dan turut serta membersihkan kawasan Situ Ciburuy yang sempat menjadi salah satu ikon wisata Bandung Barat itu.

Sudarlan berharap Situ Ciburuy bisa kembali seperti sedia kala, ketika wisatawan dari berbagai kota datang untuk menikmati suasana danau yang asri serta memiliki nilai sejarah yang cukup panjang dan menarik.

Baca juga: Persoalan Pengadaan Seragam Sekolah di Kota Cimahi

“Mudah-mudahan Situ Ciburuy bisa berkembang kelihatan lagi seperti dulu. Artinya, bisa digunakan untuk kegiatan wisata,” harapnya.

Para siswa SMP dan SMK Budi Bakti Utama memungut sampah yang beada di kawasan Situ Ciburuy, Padalarang, Bandung Barat.

Sayangnya, kini danau yang konon terbentuk sejak 1819 itu kering kerontang. Selain akibat musim kemarau, surutnya air situ Ciburuy terjadi sejak dari kawasan Cimeta sebagai sumber/hulu. Tak ada lagi supply air dari Cimeta yang menggenangi situ.

“Apalagi sekarang mau menghadapi PORPROV, anak-anak tidak bisa latihan dayung karena kering air dari Cimeta udah lebih dari 15 tahun,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bandung Pastikan Stadion SJH Siap Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Kegiatan opsih yang dilakukan siswa SMP dan SMK Budi Bakti Utama mendapat apresiasi dari Ketua Forum Masyarakat Cinta Ciburuy (Formacib) Agus Ajhe. Menurutnya, keterlibatan para siswa membersihkan kawasan Situ Ciburuy bukan hal baru.

“Saya sebagai ketua Formacib mengapreasiasi pihak sekolah. Karena satu-satunya sekolah yang berdekatan dengan Situ Ciburuy yang selalu ikut serta dalam baksos untuk lingkungan hidup,” kata Agus.

Ia mengaku sangat setuju dengan langkah pihak sekolah yang selalu menanamkan kepedulian siswa terhadap kelestarian lingkungan. Hal tersebut menurutnya akan menumbuhkan tanggung jawab mereka sejak usia muda.

Baca juga: DPRD Bandung Barat Respons Keinginan Warga Desa Ciburuy, dari Reaktivasi Tersier Air Hingga Bangun Jalan Alternatif

Diakui Agus Ajhe, kegiatan bebersih itu dilakukan secara mandiri sejak Situ Ciburuy masih menjadi destinasi wisata primadona di Kabupaten Bandug Barat.

“Kepedulian lingkungan dan melestarikan situs purba yang lahir pada 1819 ini tentu harus kita jaga bersama. Dan ini akan menjadi suatu tanggung jawab sejak muda. Dalam pelaksanaannya kita mandiri, yang penting fardu kapaju sunnah kalampah,” sambungnya.

Ia beharap konsistensi pihak yayasan dan sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelestaraian lingkungan dapat terus terjaga agar situ Ciburuy tak bernasib seperti situ lainnya di Bandung yang tinggal nama.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *