Wagub Harap Mojang Jajaka Jawa Barat Mampu Promosikan Pariwisata dengan Pendekatan Gen Z

Jawa Barat166 Dilihat

Kota Bandung – Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 sudah memasuki tahap grand final yang diselenggarakan di Universitas Kristen Maranatha, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan harapan agar Mojang Jajaka Jawa Barat pinilih (terpilih, Sunda) mampu memprosikan pariwisata Jabar melalui pendekatan gen Z.

Hal tersebut menurutnya penting dan relevan dilakukan di zaman yang memang sudah memasuki era gen Z. Namun Erwan menekankan agar promosi yang dimaksud tanpa mengurangi nilai-nilai budaya Sunda.

Baca juga: Tahun Depan 300 Ton Sampah Kota Bandung Diolah Jadi Energi, Danantara Siapkan 60 Miliar

“Moka (Mojang Jajaka) harus mampu mempromosikan destinasi wisata unggulan, termasuk desa wisata, menggaungkan ekonomi kreatif berbasis wastra (pakaian khas) dan kuliner, serta menjaga nilai adiluhung Sunda di mata Gen Z dan dunia internasional,” kata Erwan Setiawan.

Secara umum, Mojang Jajaka diharapakannya mampu mengoptimalkan peran strategis sebagai duta pariwisata yang akan memperkenalkan seluruh potensi Jawa Barat di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin massif.

Erwan menambahkan, dunia pariwisata menghadapi tantangan yang cukup besar, sehingga menuntut duta pariwisata seperti Moka mampu mengkomunikasikan seluruh potensi daerah dalam upaya promosi.

Baca juga: Peningkatan Kompetensi dan Perlindungan Wartawan Jadi Agenda Faisal Haris Pasca Terpiih Jadi Ketua DPW JWI Jabar

“Pasanggiri Mojang Jajaka 2026 merupakan kawah candradimuka. Tantangan pariwisata hari ini menuntut duta pariwisata menjadi komunikator strategis di era digital,” sambungnya.

Menyinggung soal wastra yang dikenakan apra peserta Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026, Wagub Erwan menegaskan bahwa hal itu merupakan sebuah representasu dan identitas Mahakarya Tatar Sunda.

Senada dengan Wagub Jabar, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan, Moka terpilih harus memiliki pemahaman mendalam soal potensi daerah, termasuk destinasi unggulan.

Baca juga: Tanpa Sertifikat, Jago Masak Saja Tak Cukup untuk Bersaing di Dapur Profesional

“Karena mereka ini adalah duta pariwisata nantinya, menjadi media promosi wisata di Jawa Barat. Setiap Moka harus tahu betul destinasi unggulan di daerahnya,” kata Iendra.

Diketahui, yang menjadi Mojang Pinilih 2026 adalah Tresna Winesa Eriskan dari Kabupaten Majalengka, sedangkan Jajaka Pinilh 2026 adalah Alden Hugo Daffa Sampurno dari Kota Cimahi.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *