Kabupaten Bandung – Sebanyak 27 dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung dilaporkan telah memasuki kondisi dengan status darurat kekeringan.
Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Bandung juga membuat pemerintah daerah segera melakukan sejumlah langkah antsipasi terjadinya kekeringan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna bahkan mengaku telah melakukan mitigasi sejak pihaknya mendapat informasi sejak dua bulan lalu terkait kemungkinan kemarau lebih panjang dan lebih kering dari BMKG.
Baca juga: Kejagung RI Terima Barang Bukti Hasil Penggeledahan Kortas Tipidkor Usai Tes Keaslian
“Dua bulan lalu kami sudah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait, termasuk PDAM, untuk mempersiapkan langkah-langkah menghadapi kekeringan berkepanjangan,” kata Dadang.
Dirinya mengaku telah memerintahkan PDAM Tirta Raharja untuk menempatkan toren disetiap kecamatan, terutama di lokasi yang paling parah terdampak kekeringan.
Di bagian lain, BPBD (Badan Penaggulangan Bencana Daerah) juga diperintahkan Bupati melakukan pemetaan wilayah terdampak kekeringan untuk memudahkan distribusi air bersih.
Baca juga: MBG Jangan Berhenti di Piring, Kaji Rantai Pasok, Sampah, dan Nasib Ekonomi Lokal
“Ini langkah yang kami lakukan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” sambungnya.
Sektor pertanian juga menjadi perhatian di musim kemarau. Pihaknya berupaya mengatisipasi kekeringan lahan pertanian agar para petani tetap produktif.
Dadang mengaku telah meminta pemerintah pusat menangani 574 daerah irigasi, dengan 117 di antaranya menjadi prioritas. Dalam hal ini pemkab dapat memompa air sungai Citarum agar mengalir ke saluran irigasi.
Baca juga: Piala Presiden 2026 Segera Bergulir, Polresta Bandung Matangkan Persiapan Pengamanan
“Jangan sampai terjadi gagal panen. Dinas Pertanian kami dorong menyediakan pompa agar sawah yang akan tanam maupun yang akan panen tidak kehabisan air,” tegasnya.
Seperti diketahui dari laporan BMKG, Mulai Juni 2026, sekitar 51 persen wilayah Indonesia mengalami kekeringan yang ditandai dengan curah hujan di bawah normal.
Kondisi kekeringan diperkirakan BMKG akan brlanjut hingga November 2026. Hal tersebut yang disebut kemarau tahun ini menjadi lebih lama dan lebih kering.***(Heryana)





























