Pengalaman Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, KDM Terima Keluhan Warga Kampung Naga

Jawa Barat144 Dilihat

Kabupaten Tasikmalaya – Perjalanan Mahkota Binokasih dalam Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran hari ketiga, Senin (4/5/2026) tiba di Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya.

Guyuran hujan tak menyurutkan semangat para peserta Kirab Budaya, disambut antusiasme warga yang ingin menyaksikan langsung seluruh rangkaian acara.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan pengalaman saat menemui masyarakat adat di Kampung Naga. Mereka mengeluhkan kerusakan alam yang memengaruhi lingkungan mereka.

Baca juga: Ngatiyana Tegaskan Tak Boleh Anak Cimahi Alami Putus Sekolah

“Mereka sangat mengeluh sungai Cibulan sering meluap membawa sampah, kemudian mengalami pendangkalan dalam waktu yang sangat cepat,” kata Dedi Mulyadi yang juga akrab disapa KDM, Selasa(5/5/2026.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang dikeluhkan masyarakat adat Kampung Naga merupakan dampak dari kerusakan Gunung Cikuray.

Gunung yang seharusnya menjadi hutan resapan ditanami pepohonan, kini berubah menjadi perkebunan sayur mayur.

Baca juga: Peringati Hardiknas, Wali Kota Cimahi Tegaskan Komitmen Selesaikan Persoalan Pendidikan

“Semoga ini menjadi perhatian kita bersama. Areal hutan Perhutani tempat mereka dulu bergantung, hari ini mereka sudah kehilangan areal leuweung (hutan, Sunda) yang menjadi harapan,” ujarnya.

KDM menjelaskan bahwa masyarakat Jawa Barat tinggal di kawasan pegunungan, Pedataran, dan pesisir. Maka dengan dengan menjaga gunung, sungai, sawah, dan laut sama artinya dengan menjaga diri sendiri.

Mengamati kerusakan alam yang menurutnya sudah memprihatinkan, KDM menyebut Pemprov Jabar tengah melakukan revisi terhadap tata ruang yang ada.

Baca juga: Respon Video Amien Rais, Komdigi Ambil Langkah Hukum Begini

“Tata ruang Jawa Barat sekarang sedang direvisi untuk dikembalikan pada fungsi-fungsi Tri Tangtu di Buana. Gunung kudu kaian, lengkob kudu balongan, lebak kudu sawahan (gunung harus ditanami kayu, lembah harus terdapat kolam, dan dataran rendah harus ada sawah),” ungkapnya.

Hal tersebut dikatakan KDM juga menjadi alasan memilih tema Padjadjaran dan Kasundaan dalam Kirab Budaya, dengan tujuan mengembalikan alam sebagai basis kehidupan.

Kirab Budaya Napak Tilas Padjajaran akan dilanjutkan di hari keempat, Selasa (5/5/2026) dengan daerah tujuan berikutnya Kabupaten Garut.

Baca juga: 68 Ribu Jemaah Haji Telah Berangkat ke Tanah Suci, Tujuh Orang Dilaporkan Wafat

Mahkota Binokasih akan diarak dari halaman Makorem (Markas Komando Resor Militer) menuju Kantor Bupati Garut.

Selanjutnya, pada hari Rabu Mahkota Binokasi akan bergeser ke Kabupaten Cianjur, dilanjutkan pada Jumat yang akan menyapa warga di Kota Bogor sebagai pusat Pakuan Pajajaran.

Di Bogor, Mahkota Binokasih akan kembali diarak dari Kebun Raya menuju Batutulis.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *