Kota Bandung – Badan Pusat Statstik (BPS) Provinsi Jawa Barat menyampaikan laporan tingginya angka serapan tenaga kerja di Jabar hingga Februari 2026.
Disampaikan Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026), serapan tenaga kerja Jabar naik 0,11 persen.
Kenaikan tersebut dinilai cukup menggembirakan, karena kini jumlah warga Jabar yang berkerja mencapai 25,10 juta orang.
Baca juga: Bikin Lega, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Lampaui Nasional
Lebih terperinci, Margaretha menyebut tenaga kerja terserap lebih besar oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang mencapai 21,81 persen atau 5,47 juta orang.
Sebaliknya, angka setengah pengangguran menurun 0,09 persen dari 7,57 persen pada Februari 2025, menjadi 7,48 persen pada bulan yang sama di 2026.
“Demikian juga untuk pekerja paruh waktu mengalami penurunan sebesar 0,17 persen dibandingkan Februari 2025.
Baca juga: Coba ‘Main Belakang’ di SPMB 2026 Cimahi? Proses Hukum Menanti
Margaretha juga membeberkan data tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat yang mengalami penurunan sebesar 0,10 persen.
Dari 6,74 persen pada Februari 2025, angka pengangguran terbuka menjadi 6,64 persen pada Februari tahun ini.
persen.
Setidaknay ada tiga besar lapangan usaha yang berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja di Jawa barat. Di antaranya perdagangan besar dan eceran, industri, serta pertanian, kehutanan dan perikanan.
Baca juga: Kehadiran Dankodiklatad di Launching BUILD 2026 Bukti Sinergi TNI AD Bangun SDM Berdaya Saing Global
“Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan masih berpotensi dalam mendorong perekonomian dan penyerapan tenaga kerja,” ucap Margaretha, yang juga merupakan Ekonom Jawa Barat.***(Heryana)
























