Bupati Bandung Usulkan Penanganan Banjir

Bandung Raya789 Dilihat

Kabupaten Bandung – Penyelesaian banjir di Kabupaten Bandung kini menjadi konsen Bupati Dadang Supriatna. Dalam pelaksanaannya, membutuhkan anggaran lumayan besar.

Namun, Pemkab Bandung menurut Dadang Supriatna, sudah mengusulkan sejumlah rencana proyek penanganan banjir di daerahnya itu kepada pemerintah pusat.

Diungkapkan Dadang, usulan tersebut telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp151 miliar lewat skema multi years.

Baca juga: Dua Pekan Dikirab, Mahkota Binokasih Kembali ke Keraton Sumedang Larang

Sesuai usulan, anggaran ratusan miliar tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun kolam retensi di Tegalluar dan Sukamanah Rancaekek.

Proyek lainnya dalam penanganan banjir tersebut, yakni normalisasi sungai Cisunggalah dengan panjang mencapai lima kilometer.

“Pak Menteri PU langsung menyampaikan siap dan saat ini sedang dibahas detail teknisnya oleh BWS dan Dinas PUTR,” ungkapnya.

Baca juga: Lepas Ratusan Calon Jemaah Haji Kloter Terakhir, Bupati Bandung Bagikan Uang Kadeudeuh

Lebih terperinci Bupati menyebutkan, anggaran Rp151 miliar terbagi dalam beberapa pos, diantaranya penanganan pascabencana sebesar Rp68 miliar.

Berikutnya, anggaran sebesar Rp46 miliar untuk pembangunan kolam retensi di Tegalluar, serta Rp48 miliar untuk membangun danau di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, termasuk normalisasi sungai Cisunggalah.

Dalam pembangunan kolam retensi, Dadang menyebut terdapat kewajiban perusahaan setempat untuk menghibahkan 10 persen dari total lahan milik mereka.

Baca juga: Polresta Bandung Tetapkan PT TDP Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Kejahatan Lingkungan

Ketentuan tersebut menurutnya telah diatur dalam Perda Kabupaten Bandung, terkait kewajiban peruhsahaan menghibahkan 10 persen lahan bagi fasilitas sosial, termasuk pengelolaan air masyarakat.

“Danau ini bukan hanya untuk penanganan banjir, tetapi juga untuk pengisian air tanah, water treatment, hingga potensi wisata,” terangnya.

Dijelaskan Bupati Bandung, saat ini luas area banjir di daerahnya sudah berkurang cukup signifikan berkat kolam retensi dan folder air eksisting.

Baca juga: Kapolres Cimahi Berkomitmen Perkuat Sinergitas Tingkatkan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Jagung

Dikatakannya, area banjir sebelumnya mencapai 4.500 hektar, kini jauh berkurang menjadi 1.500 hektar.

Kendati demikian, potensi ancaman banjir dinilai masih cukup tinggi, mengingat geografis Kabupaten Bandung berupa cekungan, sedimentasi, serta kerusakan di wilayah hulu.

Untuk itu, dirinya mendesak BBWS agar segera melakukan normalisasi atas sungai dengan tingkat sedimentasi sangat parah. Karena berpotensi banjir ketika curah uja meninggi.

Baca juga: “Peuting Munggaran” Beri Jawaban Makna Istilah Milangkala Tatar Sunda

“Saat ini sedimentasi tanah di muara Sungai Citarum, seperti di daerah Tegalluar sudah mencapai hampir 10 juta kubik,” katanya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *