Luapan Sungai Cibanjaran Kabupaten Bandung Tewaskan Siswi SMA dan Satpam Sekolah

Bandung Raya19 Dilihat

Kabupaten Bandung – Luapan sungai Cibanjaran di Kampung Girang Deukeut, Desa Banjaran Kulon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung pada Rabu (15/4/2026), menelan dua korban jiwa.

Salah satu korban merupakan siswi kelas XII SMAN 1 Banjaran bernama Ginasyah Lintang Sari (18) meninggal dunia setelah terperosok dan terbawa arus sungai Cibanjaran.

Dari keterangan di lapangan, diketahui saat itu korban sedang melihat kondisi banjir. Namun tanpa diduga tembok penahan tanah tempatnya berdiri roboh hingga membuatnya terperosok dan terseret arus sungai.

Baca juga: Begini Tujuan Besar KDM Integrasikan Gedung Sate dan Gasibu: Demonstrasi Tak Ganggu Lalin

terseretnya korban membuat petugas keamanan SMAN 1 Banjaran bernama Agus Sutisna seketika berupaya memberikan pertolongan. Namun nahas upaya tersebut justru membuatnya ikut terseret.

Kuatnya aliran air bah sungai Cibanjaran membuat kedua korban terseret arus. Bahan menurut Kepala Desa Ciapus, Suhendar, jumlah yang terseret ada enam orang.

Namun berkat kesigapan warga di sekitar lokasi, lima orang berhasil dievakuasi meski korban Gina dalam kondisi telah meninggal dunia usai ditemukan tersangkut di jembatan Cipaku.

Baca juga: SPPG Ber-SLHS Meningkat, BGN Targetkan Agustus 2026 Seluruhnya Bersertifikat

“Ada enam orang yang terbawa arus. Satu orang meninggal dunia dan lima lainnya berhasil selamat,” jelas Suhendar.

Sedangkan jenazah petugas keamanan bernama Agus Sutisna ditemukan warga keesokan harinya di Kampung Badra RW 09, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, sekira pukul 10.40 WIB.

Pada Kamis (16/4/2026) Bupati Bandung Dadang Supriatna bertakziyah ke rumah kedua korban meninggal dunia. Ia turut menyampaikan duka atas peristiwa tersebut.

Baca juga: Polres Cimahi Amankan 20 Anggota Klub Motor Pelaku Pengeroyokan di Batas Kota

“Tentu, saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung turut prihatin dan berduka cita atas wafatnya Neng Gina juga almarhum Pak Agus yang berupaya menolong Neng Gina saat terseret arus sungai,” ungkap Dadang.

Bupati segera menginstruksikan jajarannya untuk segera cek ke lapangan dan memperbaiki infrastruktur sungai yang sudah mengalami kerusakan, termasuk memperbaiki jembatan penghubung Desa Ciapus dan Banjaran.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *