Kabupaten Bekasi – Proyek pembangunan apartemen bersubsidi di Kabupaten bekasi akan segera berjalan usai dilakukan Groundbreaking (peletakan batu pertama) pada Minggu (8/2/2026).
Groundbreaking apartemen bersubsidi Meikarta itu dilakukan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman.
Sebanyak 141.000 unit apartemen akan dibangun dalam proyek yang melibatkan Lippo Group itu. Besarnya proyek sisebut Sekda Jabar akan menciptakan peluang serapan tenaga kerja dalam jumlah yang sangat banyak.
Baca juga: Pemprov Jabar Pastikan 141 Ribu Apartemen Bersubsidi Segera Terbangun di Bekasi
“Kurang lebih nanti ada 80.000 tenaga kerja yang bisa diserap dalam proyek ini,” ungap Herman Suryatman.
Selain serapan puluhan ribu tenaga kerja, proyek besar tersebut juga akan memiliki dampak positif lainnya, yakni akan tercipta sekira 185 jenis usaha.
Dirinya optimis dengan multiplier effect yang muncul dari pembangunan apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah itu akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Jabar hingga delapan persen.
Baca juga: Lewat RUPST, BNI Distribusikan Deviden Rp13 Triliun
“Mudah-mudahan ini bisa memacu pertumbuhan ekonomi Jawa Barat menebus 8 persen, sebagaimana komitmen Bapak Presiden Prabowo Subianto,” harapnya.
Sementara itu,Menteri PP Maruarar Sirait dalam sabutannya mengapresiasi gerak cepat Sekda Jabar dalam mengekseskusi rencana proyek tersebut.
Ara (sapaan akrab Maruarar), juga menyebut Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah tertinggi dalam berbagai hal, termasuk dalam sektor pembangunan rumah bersubsisi.
Baca juga: Tiket Mudik Gratis Kabupaten Bandung Mulai Dibagikan Hari Ini, Cek Lokasinya Disini!
“Rumah subsidi paling tinggi di Jawa Barat, KUR paling tinggi di Jawa Barat, Bank pembangungan yang menyerap rumah subsidi dan KUR perumahan adalah Bank Jawa Barat,” kata Ara.
Dlam kesempatan yang sama, Ara juga memastikan proyek tersebu akan berjalan cepat tanpa adanya punli dan sejenisnya.
“Kalau di Jawa Barat “caina herang laukna beunang” (peribahasa Sunda), airnya jernih tapi ikannya dapat,” ujarnya.***(Heryana)





























