Dua Hari Jelang Lebaran 98.000 Kendaraan Lintasi Nagreg, Polresta Bandung Lakukan Rekayasa

Uncategorized33 Dilihat

Kabupaten Bandung – Upaya Polresta Bandung mengurai kepadatan dengan rekayasa lalu lintas di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, pada H-2 Lebaran 2026 terbukti efektif.

Polresta Bandung melakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way sepenggal terbukti mampu mengurai kepadatan ribuan kendaraan yang melintasi Nagreg.

Seperti diprediksi pihak kepolisian sebelumnya, H-2 lebaran 2026 merupakan puncak arus mudik menuju wiayah timur Jawa Barat hingga Jawa Tengah dan seterusnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Ungkap Keprihatinan Kepala Daerah Belanja Mobil Dinas Rp8 Miliar

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mencatat terjadi lonjakan volume kendaraan arus mudik menuju Garut dan Tasikmalaya. Hingga H-2 lebaran 2026, jumlah kendaraan mencapai 98.010 unit.

Penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way sepenggal diungkapkan Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono merupakan hasil kerjasama berbagai pihak yang berhasil mengurai kepadatan.

“Kami Polresta Bandung berkolaborasi dengan Polda Jabar dan Dishub melaksanakan one way sepenggal. Ini kami lakukan secara situasional melihat perkembangan arus di lapangan,” Ungkap Kaporesta Bandung di Pos Cikaledong.

Baca juga: Begini Penjelasan Kemenag Lebaran 2026 Jatuh di Hari Sabtu

Hingga Jumat sore, pihaknya telah menerapkan sistem one way sepenggal sebanyak tiga kali. Hal tersebut diterapkan pada kondisi antiran kendaraan menuju arah timur mulai memanjang

Setelah dilakukan tiga kali, kecepatan kendaraan menurut Aldi tampak meningkat yang menunjukkan kepadatan sudah terurai. Dengan demikian ia menilai penerapan rekaya lalin tersebut berhasil.

“Alhamdulillah, CB (Cara Bertindak) one way sepenggal ini sangat efektif dalam mengurai kepadatan,” imbuhnya.

Baca juga: Hasil Sidang Isbat, Lebaran 2026 Jatuh Hari Sabtu

Selain rekayasa yang dilakukan, koordinasi pihaknya bersama Polres Garut juga memberikan kontribusi positif terhadap upaya penguraian kepadatan.

Koordinasi dilakukan untuk menentukan waktu diterapkannya rekayasa. Ketika one way akan diterapkan, pihaknya mengabarkan kepada jajaran Polres Garut.

“Di Pamuncatan memang ada potensi kepadatan saat kereta lewat, tapi personel sudah standby untuk langsung mengurai setelahnya,” pungkas Kombes Aldi Subartono.***(BS)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *