Dilepas Wamen ATR/BPN, Peserta KKN Aceh-Sumut Fokus Restorasi Data Pertanahan Pascabencana

Nasional40 Dilihat

Yogyakarta – Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan melepas 30 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

Menurut Ossy Dermawan, peserta KKN di Aceh-Sumut akan berfokus pada upaya restorasi (pemulihan) seluruh data dan arsip pertanahan, pascabencana yang menerjang dua wilaya tersebut akhir Desember 2025 lalu.

“Peserta memerlukan kehati-hatian, ketelitian, dan pengalaman sosial yang baik,” kata Ossy saat di kampus STPN, Sleman, Yogyakarta, Senin (9/22026).

Baca juga: TMMD Reguler ke-127 Berlanjut, Dua Rumah Warga di Kabupaten Bandung Jadi Sasaran Program RTLH

Dalam kegiatan pelepasan 615 peserta KKN STPN itu, Wamen memandang jika fokus restorasi data dan arsip pertanahan di dua provinsi pascabencana itu mencerminkan penyesuaian pertanahan dengan karakter dan kebutuhan setiap daerah.

Pendekatan semacam itu, menurut Ossy, penting diterapkan untuk mencapai tujuan penanganan pertanahan yang tepat, efektif, serta bertanggung jawab.

Salah seorang peseta KKN bernama Teuku Kanda (25) mengaku ditempatkan di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang. Dia bersama tim akan fokus pada pemulihan data pertanahan di wilayah yang terdampak bencana cukup parah itu.

Baca juga: Optimalkan Fungsi PJU, Dishub dan DLH Kota Cimahi Rutin Lakukan Pemangkasan Dahan Pohon

“Kami akan berfokus melaksanakan restorasi arsip yang terdampak bencana banjir, terutama arsip yang telah terkena lumpur,” jelasnya.

Sesuai fokus kegiatan yang akan dilaksanakan satu semester (6 bulan), kata Teuku Kanda, para peserta sebelumnya telah mendapatkan pembekalan teknis restorasi arsip dari Biro Umum.

Secara teknis, 10 peserta KKN putra akan fokus membersihkan arsip, sementara 20 peserta putri fokus pada proses pengeringan dan penguaraian arsip yang ada.

Baca juga: Cegah Konflik Pemanfaatan Lahan, Kementerian ATR/BPN Lakukan Penguatan Tata Ruang

“Arsip tersebut terdiri dari warkah, yang bukan hanya surat ukur dan buku tanah, tetapi juga surat-surat penting lainnya yang harus diselamatkan,” kata Nelly Tiurma, salah satu Taruni.

Menurut Nelly, jumlah arsip yang masih belum dilakukan restorasi berdasarkan data yang diterima Kementerian ATR/BPN masih sebanyak 3.920 kotak, jumlah yang masih sangat banyak.

“Kami belum mengetahui secara pasti jumlah bundel dalam setiap boks, namun kami siap menjalankan tugas ini,” ujarnya.

Baca juga: Hadir di Inacraft 2026, Produk Kerajinan Jawa Barat Sukses Raih Omset Hampir Setengah Miliar

Melalui kegiatan KKN, para Taruna/i diharapkan mampu memberikan kontribusi pada pemulihan data pertanahan pascabencana, sekaligus memberikan pengalaman yang akan memperkuat rofesionalisme dan tanggung jawab mereka.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *