Atalia Praratya Sebut Rombel dengan Kapasitas Hingga 50 Siswa Tidak Manusiawi

Nasional450 Dilihat

Kota Cimahi – Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menyoroti penerapan kebijakan jumlah rombongan belajar (rombel) yang diterapakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi maksimal hingga 50 siswa.

Atalia Praratya mengungkapkan pandangannya, bahwa dengan jumlah hingga 50 siswa per rombel itu membuat suasana kegiatan belajar mengajar di kelas tak ideal, bahkan lebih jauh ia menilai hal itu tak manusiawi.

Atalia Praratya juga mengaku telah menyaksikan langsung jumlah siswa dalam sartu rombel/kelas itu idealnya hanya 25 orang siswa. Tak hanya idel, dengan jumlah 25 tersebut menurutnya lebih manusiawi.

Baca juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Cimahi, Atalia Praratya: Pendidikan dengan Pendekatan Lebih Manusia

Jumlah 50 siswa yang dianggapnya padat dinilai Politisi Partai Golkar itu dapat menurunkan kualitas pembelajaran, sekaligus menurunkan kesejahteraan serta berdampak pada psikologis para siswa.

Ia membayangkan sulitnya siswa mendapatkan kenyamanan dalam kelas yang berisi banyak orang. Sehingga mereka harus berhimpitan satu dengan lainnya yang akan memengaruhi kenyamanan dan mempersempit ruang gerak mereka.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Atalia mengingatkan sekolah umum agar melakukan evaluasi dan perbandingan sistem yang diterapkan.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Keluhan Wali Murid di Cirebon Soal Iuran SMP

“Jangan merasa bahwa ini sesuatu hal yang sempurna sebelum kita melakukan perbandingan dengan hal lain,” tandasnya.

Dengan jumlah siswa di sekolah umum yang melebihi kapasitas, ia mengaku prihatin dengan kondisi para guru yang menurutnya merasakan kewalahan dalam menangani murid.

“Saya mendengar banyak mendapatkan masukan curhatan dari para guru yang mereka kerepotan,” tuturnya.

Menangani murid dalam jumlah banyak, terlebih mereka merupakan generasi yang sedang dalam masa remaja, diharapkan Atalia menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kualitas pendidikan di sekolah umum.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *