KDM Akan Tempatkan Pembaca Al Quran di Masjid Provinsi, Fasilitas Gaji Hingga Lima Juta

Jawa Barat60 Dilihat

Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan memberdayakan pembaca Al-Quran terbaik dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) untuk menjadi petugas khusus di masjid Pemprov Jabar.

Rencana tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat memberikan pembekalan kepada para kafilah yang mewakili Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti MTQ nasional yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah 11-20 September 2026.

Petugas khusus yang dimaksud Dedi, nantinya akan diberikan fasilitas berupa gaji dengan terlebih dahulu diperkuat legalitasnya melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur yang akan diterbitkannya.

Baca juga: Viral Kasus Bullying Libatkan Pelajar Perempuan di Garut, Kapolres Soroti Penganiayaan Oleh Pelaku

“Nanti pembaca Al-Quran terbaik dikasih SK gubernur supaya membaca Quran di masjid. Ngajinya ada jam dan waktunya, maksimal 15 menit, minimal gajinya Rp5 Juta,” ujarnya dihadapan kafilah, Kamis (10/9/2026).

Namun Kang Dedi Mulyadi (KDM) meminta Asisten Daerah agar para pembaca Al-Quran terbaik itu bisa disebarkan di beberapa masjid provinsi yang ada di beberapa daerah di Jawa Barat.

Munculnya ide penempatan petugas khusus membaca Al-Quran di masjid berangkat dari keprihatinannya terhadap masjid-masjid yang selama ini hanya memutarkan kaset lantunan ayat Al-Quran. Padahal MTQ yang digelar setiap tahun menghasilkan para pembaca Al-Quran terbaik.

Baca juga: Rencana KDM Ubah Bedeng Perkebunan Teh Jadi Kampung Adat: Pariwisata Harus Jatuh ke Warga

“MTQ ini dilaksanakan setahun sekali, tapi saya prihatin hampir semua masjid yang disetel kaset. Ti mimiti Subuh nepi jam 07.00, kaset Pak. Jeung tiap masjid kasetna eta, sarua. (Dari mulai subuh hingga pukul 07.00, kaset. Dan setiap kasetnya itu-itu saja, sama),” kata KDM.

Untuk itu ia berharap agar lulusan ajang tahunan (MTQ) dapat diberdayakan dengan menjadi petugas yang ditempatkan di masjid provinsi Jawa Barat, sesuai dengan domisili mereka.

Tak hanya petugas mengaji, matan Bupati Purwakarta itu juga meminta Asda untuk melibatkan beberapa orang lainnya yang bertugas memukul bedug dan sebagai muazdin. Namun KDM meminta agar sound system yang ada di masjid Pemprov memiliki standar terbaik.

Baca juga: Pemkab dan Baznas Kabupaten Bandung Segera Perbaiki 10 Rumah Terdampak Bencana Longsor di Kutawaringin

“Coba dipetakan sesuai dengan domisili wilayahnya, kan ada mesjid -mesjid Pemprov. Dan masjid-masjid provinsi Pak Asisten segera sound sistem-nya perbaiki. Berikutnya, tempatkan beberapa orang khusus pukul bedug, adzan dan ngaji, tugasnya itu saja, gaji tiap bulan,” pintanya.

KDM menepis jika rencananya tersebut diangap sebagai pencitraan. Dirinya mengklaim kebijakan serupa sudah ia terapkan sejak menjadi Wakil Bupati Purwakarta.

“Apakah tradisi ini pencitraan? Tidak, karena saya melakukan itu sudah sejak wakil bupati. Ustadz yang suka ikut saya ngaji, itu yang ngajar anak saya sampai sekarang jadi PPPK Pemda,” tegasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *