Kanaya Tutup Usia, Dedi Mulyadi: Purnama Kini Bukan Lagi Sekadar Dirindu

Jawa Barat106 Dilihat

Kota BandungInnalillahi wa innailaihi roji’un. Kabar duka disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atas kepergian Kanaya Whulan, vokalis utama grup musik MK9 (Emka), Minggu (13/9/2026).

Kanaya meninggal dunia setelah mendapat penanganan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, akibat dugaan kanker ganas yang dideritanya.

“Kami menyampaikan berita duka, telah meninggal dunia saudari kita, sahabat kita, Teh Kanaya, di RSHS Bandung karena menderita kanker,” kata Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah pada Minggu pagi.

Baca juga: Serahkan Ratusan Becak Listrik Bantuan Prabowo Subianto, Bupati Bandung: Jangan Diperjualbelikan

Kepergian vokalis yang terkenal dengan suara tinggi saat mempopulerkan lagi berjudul “Rindu Purnama” ciptaan Dedi Mulyadi itu tak hanya menggoreskan duka bagi sang gubernur yang kerap menyertakannya dalam sejumlah kegiatan, tapi juga menyisakan duka bagi para penggemar yang mulai mengenalnya belakangan.

Ribuan ungkapan duka cita disampaikan warganet memenuhi kolom komentar setia unggahan Dedi Mulyadi (KDM). Beberapa diantaranya menyebut baru mulai mengidolakan almarhumah Kanaya setelah sering diperkenalkan oleh KDM.

Sebagian warganet mengaku tak menyangka jika profesional singer yang bergabung bersama MK9 sejak 2019 lalu itu akan meninggalkan penggemarnya begitu cepat. Terlebih bagi mereka yang sering menyaksikan unggahan kegiatan KDM saat membawa serta grup musik MK9.

Baca juga: Regulasi Penanganan Sampah dan Ketertiban Umum Dibahas Sebagai Perda Prakarasa DPRD Kota Cimahi

Dalam perjalanan menuju kampung halaman Kanaya, KDM sempat mengenang almarhumah ketika menyanyikan lagu berjudul “Melati di Tapal Batas” karya Ismail Marzuki, pada momen upacara penurunan Bendera Merah puth di HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Gedung Sate.

Rupanya lagu tersebut merupakan lagu terakhir yang dinyanyikan perempuan asal Tasikmalaya kelahiran 1991 itu.

“Ia mendapat serangan kanker ganas. Dan sekarang perjalanan menuju Kampung Mekarsari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Ini adalah lagu terakhir yang dia nyanyikan pada saat Upacara Penurunan Bendera Merah Putih,” kata KDM.

Baca juga: Pembangunan Bendungan Cibeet Terkendala Pengadaan Lahan, Sekda Jabar Sebut Segera Akselerasi

Kini, tak ada lagi suara khas melengking ketika KDM menggelar acara “Abdi Nagri Nganjang ka Warga” atau pun acara yang selalu menyertakan grup musik MK9.

“Semoga almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan diterima di sisi Allah SWT. Dan mohon dimaafkan atas segala kesalahannya. Semoga keluarganya ditabahkan dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini,” ucap KDM dengan nada lirih.

“Teh Kanaya…Purnama kini bukan lagi sekadar dirindu, sebab di keabadian engkau telah menjadi bagian dari cahaya itu,” tulisnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *