Selain Sayembara, Dedi Mulyadi Kini Siapkan Hadiah Bagi Warga Sebarkan Lokasi Penjualan Narkotika

Jawa Barat36 Dilihat

Kota Bandung – Jagat maya kini diramaikan kembali dengan unggahan video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pada Sabtu (1/8/2026).

Bukan soal sayembara menangkap begal atau pelaku kejahatan lainnya, dalam video kali ini Dedi Mulyadi menyampaikan akan memberikan hadiah bagi masyarakat yang berani memberi informasi tempat penjualan minuman ilegal dan narkotika.

Syaratnya, informasi yang disampaikan masyarakat harus disampaikan melalui unggahan di media sosial agar dietahui seluruh warganet dan masyarakat.

Baca juga: KDM Ungkap Alasan MTQ 2027 Batal Digelar di Garut, Pemprov Cari Alternatif

“Bagi warga Jawa Barat yang mau dan bisa memposting tempat penjualan minuman ilegal dan menjual obat-obat di media sosial, disampaikan secara terbuka saya kasih hadiah,” ujarnya.

Keputusan tersebut diambil KDM saat menerima kehadiran warga Kota Cimahi yang menceritakan pengalamannya melumpuhkan maling yang hendak membobol warung milik tetangganya.

Meski wargaa asal Sragen itu harus mengalami luka sayatan senjata jenis mandau di bagian hidung, ia bersama anaknya berhasil menggagalkan aksi sang preman yang merupakan warga asli Cibeureum, Kota Cimahi.

Baca juga: Groundbreaking TPPAS Legok Nangka Lahirkan Harapan Baru Penyelesaian Sampah Bandung Raya

Menurut Tio, anak koban, pelaku merupakan warga asli yang disegani hingga tidak ada yang berani mengusiknya. Ia juga mengaku mengenal orang tua dari maling kakak beradik itu.

Pelapor juga menyampaikan keprihatinannya kepada KDM terkait adanya penjualan obat keras tertentu (OKT) seperti tramadol dan sejenisnya yang dijual bebas di Cibereum.

Informasi tersebut membuat gubernur yakin jika aksi kejahatan saat ini, terutama yang dilakukan generasi muda bukan karena faktor ekonomi dan kemiskinan, melainkan dipicu konsumsi minuman dan obat-obatan terlarang.

Baca juga: Tegas, Wali Kota Farhan Bakal Meja Hijaukan Penebang Pohon di Jalan Riau

“Kejahatan sekarang itu dilakukan selain orang luar Jawa Barat, ada juga dilakukan anak-anak remaja dan dewasa di bawah 30 tahun. Rata-rata mereka di bawah pengaruh obat-obatan dan miras, mereka kan butuh buat beli obat dan minum,” ujarnya.

Hal tersebut juga membuat KDM menyiapkan hadiah bagi masyarakat yang mau memberikan informasi keberadaan lokasi penjualan minuman ilegal maupun narkotika.

Selain patroli kemanan yang harus dilakukan secara menyebar, KDM juga mempertanyakan kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di wilayah pelapor.

Baca juga: Inilah Keunggulan Pesawat NC212i Buatan PT Dirgantara Indonesia, Siap Dukung Berbagai Operasi TNI

Namun dirinya akan tetap tegas menindak segala bentuk peredaran miras dan narkotika. Terlebih jika nanti banyak laporan yang disampaikan masyarakat Jawa Barat, ia tak akan segan membongkar tempat penjualannya.

“Tradisi saya waktu jadi Bupati,ketika ada orang jualan obat, jualan minuman, bangunannya saya bongkar,” tandasnya.***(Heryana)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *